Breaking News:

Pelajar di Kuningan Dirudapaksa oleh Pacar dan Digilir oleh 3 Orang Pria Lainnya, Begini Modusnya

Kapolres menuturkan para pelaku berinisial HP Bin C (20), C alias Y (21), RS bin U (20), dan seorang pelaku masih lagi di bawah umur.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Polres Kuningan saat rilis kasus rudapaksa di Mapolres Kuningan, Rabu (7/10/2020). 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Polres Kuningan berhasil mengamankan 4 tersangka rudapaksa terhadap pelajar di bawah umur.
Hal itu disampaikan Kapolres Kuningan, AKBP Lukman SD Malik saat memberikan keterangan kepada awak media, di Mapolres Kuningan, Rabu (7/10/2020).
Kapolres menuturkan para pelaku berinisial HP Bin C (20), C alias Y (21), RS bin U (20), dan seorang pelaku masih lagi di bawah umur.
Keempatnya merupakan warga Dusun II Cibodas Desa Cipondok Kec Cibingbin Kabupaten Kuningan, kini mereka harus berurusan dengan polisi.
Ayah korban Dodo Wardana (56) warga Kecamatan Cibeureum melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi pada 02 Oktober 2020.
“Keempat pelaku, satu pelaku tidak ditahan karena di bawah umur, diduga telah melakukan perbuatan persetubuhan pada anak korban yang juga di bawah umur,” ungkap Lukman dalam menyampaikan rilisnya.
Kronologis pemerkosaan ini berawal saat salah seorang pelaku yang masih di bawah umur mengajak anak korban yang juga di bawah umur untuk menonton hiburan dangdut.
“Namun dari awal tujuan pelaku membawa korban dan akan berbuat (persetubuhan) di gubuk di lokasi persawahan daerah sekitar,” ujarnya.
Mereka berdua mengendarai sepeda motor secara berboncengan.
Namun bukannya menonton hiburan dangdut, ternyata pelaku malah membawa anak korban ke sebuah gubuk di tengah sawah Kecamatan Cibingbin.
“Sebelum ke arah gubuk tersebut, pelaku melihat tiga orang pelaku lainnya, C alias Y, HP dan R alias B, sedang nongkrong di sebuah jembatan dekat gubuk tersebut. Mereka diketahui sedang nongkrong sambil meminum minuman beralkohol di salah satu jembatan dekat gubuk tersebut," ujarnya.
Setelahnya itu, para pelaku merencanakan bagaimana caranya anak korban bisa disetubuhi oleh para pelaku.
“Sehingga pelaku yang di bawah umur tersebut menipu atau membohongi korban dengan mengatakan terhadap anak korban, berpura-pura bahwa dirinya memiliki hutang terhadap pelaku Inisial HP,” katanya.
Sebagai penebus hutangnya pelaku di bawah umur memohon kepada anak korban agar mau disetubuhi oleh pelaku Inisial HP tersebut.
“Setelahnya anak korban menyetujui keinginan dari pelaku di bawah umur itu, terlebih dahulu para pelaku memberikan minuman beralkohol kepada korban,” katanya.
Tidak lama kemudian pelaku pun langsung membawa anak korban tersebut ke tempat kejadian perkara.
setelah sampai di tempat kejadian perkara para pelaku langsung bergiliran melakukan persetubuhan terhadap korban.
“Maka dari itu akhirnya kami mengamankan tiga pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Satu pelaku tidak ditahan, karena di bawah umur,” ujarnya.
Dari tangan korban, polisi menyita barang bukti berupa, 1 buah baju lengan panjang, 1 buah celana panjang.
"Sedangkan, dari pelaku yang di bawah umur, kami mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor merek Suzuki Satria FU berikut dengan kunci kontaknya," kata Lukman.
Kemudian, dari pelaku HP disita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor merek Yamaha Jupiter – MX, berikut STNK dan kunci kontaknya.
“Pada para pelaku disangkakan pelanggaran Pasal Tindak Pidana Persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU 76D UU No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” ungkapnya.
Ancaman hukuman kurungan paling singkat 5 ( lima ) tahun dan paling lama 15 ( lima belas ) dan denda paling banyak Rp 5 miliar. 
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved