40 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Selama 2020, KAI Daop 3 Cirebon Akan Tutup 14 Perlintasan Liar

Luqman mengakui jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang pada tahun ini menurun hampir 50 persen dibanding 2019.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi Perlintasan - Sejumlah petugas saat menyosialisasikan kesadaran keselamatan berlalu lintas di perlintasan kereta api di Jalan Kartini, Kota Cirebon, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat 40 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang.

Kecelakaan itu terjadi selama Januari - September 2020.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, lokasi kecelakaan tersebut ialah di perlintasan sebidang di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Kami mencatat 40 kecelakaan di perlintasan sebidang selama tahun ini," kata Luqman Arif kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (3/10/2020).

Ia mengatakan, seluruh peristiwa itu pun turut menelan korban jiwa sebanyak 20 orang.

Namun, Luqman mengakui jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang pada tahun ini menurun hampir 50 persen dibanding 2019.

Selama 2019, pihaknya mencatat ada 76 kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Kecelakaan di perlintasan sebidang sepanjang 2019 juga menelan 58 korban jiwa," ujar Luqman Arif.

Luqman menyampaikan, angka tersebut tergolong tinggi sehingga perlu dilakukan sejumlah upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang.

Namun, berdasarkan data yang dihimpun jajarannya rata-rata penyebab kecelakaan di perlintasan sebidang itu dikarenakan kurang hati-hatinya para pengendara.

Para pengendara nekat terus melaju di perlintasan sebidang meski rambu peringatan mengenai adanya kereta api yang akan melintas telah dinyalakan.

"Dari data kami rata-rata penyebabnya karena kurang patuh terhadap sejumlah rambu-rambu yang telah terpasang," kata Luqman Arif.

Peringati HUT ke-75, PT KAI Daop 3 Cirebon Berikan Bantuan Mobil ke SLB Yayasan Mekar Arum

PT KAI Daop 3 Cirebon dan Komunitas Edan Sepur Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas

PT KAI Daop 3 Cirebon Catat Volume Penumpang Naik 70 Persen Selama Agustus 2020

Tutup 14 Perlintasan Liar

PT KAI Daop 3 Cirebon menargetkan untuk menutup sejumlah perlintasan liar.

Luqman Arif, menyebutkan, sedikitnya ada 14 perlintasan liar yang akan ditutup dalam waktu dekat.

Menurut dia, 14 perlintasan liar itu tersebar di sejumlah lokasi di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Saat ini, kami menargetkan akan menutup 14 perlintasan liar itu," ujar Luqman Arif.

Ia mengatakan, dari 14 perlintasan liar yang masuk dalam ditarget itu, sebanyak delapan di antaranya telah ditutup beberapa waktu lalu.

Karenanya, hingga kini tersisa enam perlintasan liar yang belum ditutup.

"Realisasi penutupan perlintasan liar tersebut kira-kira baru mencapai 57 persen," kata Luqman Arif.

Ia menyampaikan, penutupan pelintasan liar semacam itu membutuhkan proses tidak sebentar.

Bahkan, tidak jarang pihaknya menemui sejumlah kendala sehingga proses penutupannya memakan waktu lama.

Luqman memastikan, sosialisasi kepada masyarakat sekitar dilakukan sebelum menutup perlintasan liar.

Seban, hal itu merupakan prosedur yang harus dilaksanakan dalam proses penutupan perlintasan liar.

"Perlintasan liar yang ditutup adalah bukan jalur hilir mudik kendaraan, sehingga penutupannya justru memberi keamanan bagi warga sekitar," ujar Luqman Arif.

49 Perlintasan Liar Belum Ditutup

Dalam kurun tiga tahun terakhir, 2017-2020, sebanyak 68 perlintasan liar telah ditutup PT KAI Daop 3 Cirebon.

Menurut Luqman Arif,  perlintasan liar itu rawan kecelakaan sehingga ditutup demi memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga sekitar.

"Itu jumlah keseluruhan perlintasan liar yang ditutup dari 2017 hingga September 2020," kata Luqman Arif kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (3/10/2020).

Ia mengakui di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon masih terdapat 49 perlintasan liar yang belum ditutup.

Karenanya, Luqman mengimbau masyarakat selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan liar tersebut. 

Ia menyampaikan, perlintasan sebidang di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon totalnya mencapai 235 perlintasan.

Dari jumlah tersebut, 186 di antaranya merupakan perlintasan resmi, dan 49 lainnya merupakan perlintasan tidak resmi atau liar.

Selain itu, terdapat 18 perlintasan tidak sebidang berupa flyover maupun underpass di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon.

Luqman mengakui, dari total 186 perlintasan sebidang resmi hanya 83 perlintasan yang dijaga oleh PT KAI, Dishub, hingga swadaya masyarakat.

"103 perlintasan sebidang resmi lainnya tidak dijaga, tetapi terdapat rambu peringatan bagi pengendara untuk lebih waspada saat melewatinya," kata Luqman Arif.(*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved