Sejarah G30S PKI
Tengku Zulkarnain Berani Bilang Rezim Jokowi Mirip Soekarno, Sama-sama Memberikan Panggung untuk PKI
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait G30S PKI.
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
"Ketua Masyumi di penjara tanpa pengadilan. Buya Hamka, dipenjara juga. Murba dibubarkan demikian juga HMI, dibubarkan karena mereka menolak PKI," tambah Tengku Zulkarnain.
Sementara itu, Tengku Zulkarnain pun mengaku kecewa dengan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan, pemerintah tidak dalam posisi menetapkan mana sejarah yang benar tentang PKI.
"Nah, itu kan sikap yang berbahaya dari rezim ini. Karena PKI yang memberontak 1965 itu dihukum di pengadilan. Berarti Mahfud MD menampar wajah sendiri, keputusan pengadilan dikangkanginya sendiri. Kan sudah inkrah itu di pengadilan," katanya.
• Peristiwa G30S PKI Buka Luka Lama bagi Putra Jenderal Ahmad Yani, Syok Ayah Ditembaki Secara Brutal
Adapun Tengku Zulkarnain mengatakan, pemerintah seharusnya bersikap tegas terhadap upaya-upaya pihak yang ingin membolak-balikan sejarah.
"Pemerintah sekarang kalau ada tulisan di media sosial, PKI memberontak itu rekayasa Soeharto, ya ditangkap. Jangan dibiarkan," katanya.
Pernyataan Fadli Zon soal PKI
TRIBUNCIREBON.COM - Acara Indonesia Lawyers Club ( ILC ) tvOne tadi malam, Selasa (29/09/2020) tersaji dengan keseruan antara sejumlah tokoh dengan membahas tentang PKI.
Atmosfer dalam panggung ILC pada edisi kali ini cukup panas dengan membahas tema seputar G30S PKI yakni ' Ideologi PKI Masih Hidup?' yang diangka Karni Ilyas dkk.
Di ILC semalam kedatangan Fadli Zon yang membongkar misteri pertemuan Kolonel Abdul Latief dan Soeharto sebelum aksi G30S PKI pecah.
Mereka terlibat perdebatan membahas persoalan PKI di tanah air.
Keduanya tampak terlibat adu argumen sedikit dan keseruan terjadi.
Fadli Zon pun menanggapi pernyataan Ilham Aidit terkait penandatanganan undang-undang di masa Presiden Soekarno yang sebelumnya disebut Presiden Soeharto yang menandatanginya.
Berawal dari singgungan Ilham Aidit kepada Ustaz Tengku Zulkarnain terbalik-terbalik. Lantas Fadli Zon menanggapinya.
"Tidak, yang terbolak-balik itu adalah sodara Ilham Aidit." terang Fadli di depan Ilham Aidit.