Sejarah G30S PKI
Tengku Zulkarnain Berani Bilang Rezim Jokowi Mirip Soekarno, Sama-sama Memberikan Panggung untuk PKI
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait G30S PKI.
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNCIREBON.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait G30S PKI, Selasa (29/9/2020).
//
Menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club TV One, Tengku Zulkarnain meyakini ideologi di Indonesia masih tetap ada, alias masih 'hidup'.
Adapun Tengku Zulkarnain menyepertikan ideologi komunis di Indonesia seperti penyimpangan seksual atau LGBT, menurutnya, walaupun pada zaman nabi Luth AS sudah dibasmi, namun kenyataannya masih tetap ada hingga saat ini.
Misalnya perilaku kaum Luth, homo dan lesbi, itu kan sudah mati semua tetapi masih ada sampai sekarang. Atheis juga sudah dimatikan tetapi sampai sekarang masih ada. Jadi, yang mengatakan ideologi PKI mati, itu sama dengan menentang teori ilmiah," ujar Tengku Zulkarnain di acara Indonesia Lawyers Club.
Selain itu, kata Tengku Zulkarnain, pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini disebutnya sama seperti di zaman pemerintahan Presiden Soekarno.
• Kekejaman Cakrabirawa di Peristiwa G30S PKI, Jenderal Ahmad Yani Bangun Tidur Ditembak Secara Brutal
"Saya menilai pemerintah saat ini mirip pemerintahan Bung Karno, memberi angin kepada PKI atau komunis-komunis ini," kata Tengku Zulkarnain.
Adapun Tengku Zulkarnain kemudian bercerita soal pemberotakan PKI yang dipimpin Muso di Madiun meletus 1948.
Meski kemudian dibasmi tetapi ideologi tersebut ternyata masih hidup.
"Tahun 1952 datang anak muda komunis ke rumah Bung Karno. Sebuah rumah yang diberikan oleh Faradj Martak. Diterimalah DN Aidit. Bung Karno berubah karena dia berpikir nasionalis, agamis religius, dan komunis. Jadi komunis ini diterima lagi oleh Soekarno," ucapnya.
Menurut, Tengku Zulkarnain, dasar pemikiran konsep politik Soekarno adalah Nasionalisme, Agama, dan Komunisme.
• Di ILC Fadli Zon Bongkar Fakta PKI di Depan Anak DN Aidit: Ilham Aidit: Anda Jangan Terbolak-balik
Bergabungnya PKI di pemerintahan kala itu, menurut Tengku Zulkarnain membuat Mohammad Hatta menarik diri, sehingga jadilah Bung Karno presiden tanpa wakil presiden.
"Masyumi juga menarik diri, mereka pemenang pemilu loh pada tahun 1955," kata Tengku Zulkarnain.
Setelah itu, kata Tengku Zulkarnain, keberpihakan Soekarno pada komunis makin terlihat saat ia membubarkan Masyumi pada tahun 1960.
"Bung Karno jalan dengan Nasakom. PNI, PBNU dan PKI. Tahun 1960 Soekarno membubarkan Masyumi. Dia memenjarakan rekan-rekannya yang menentang PKI," ucapnya.