Santri Husnul Khotimah Kena Corona

Soal Klaster Ponpes Khusnul Hotimah, Ketua DPRD Kuningan: Harus Segera Tracing & Memutus Mata Rantai

Sementara itu, Dandim 0616/Kuningan CZI Karter Joyi Lumi saat dihubungi mengatakan, pihaknya tetap memberi semangat kepada anggotanya.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
ISTIMEWA
Ilustrasi penanganan pasien covid-19 di RS Kuningan. 

“Dalam penanganan kepada mereka yang mengalami sakit itu dilakukan test swab dengan hasil terkonfirmasi positif sejumlah 46 santri, saat ini dalam proses isolasi mandiri,” ujarnya. (*)

Ditutup dan Karantina Lokal

Adanya klaster Ponpes Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana kontan mendapat perhatian petugas GTPP (Gugus Tugas Penangan Percepatan,red) Covid-19 Kuningan.

"Iya untuk sementara waktu lingkungan ponpes ditutup dan tidak boleh melakukan aktivitas keluar masuk atau karantina mandiri," kata Camat Jalaksna Toni Kusmanto saat menyampaikan kepada awal media melalui sambungan selulernya, Kamis (24/9/2020).

Camat yang juga mantan Kabag Kesra Setda Kuningan mengaku sudah melakukan kunjungan ke lokasi Ponpes tadi.

"Kami tadi bareng Muspika ke sana dan memastikan berapa yang terpapar dan melakukan edukasi soal pencegahan penyebaran berikutnya melalui tracing medis," katanya.

Toni mengatakan, Ponpes Husnul Khotimah adalah Klaster pertama yang muncul di kawasan administratif Kecamatan Jalaksana.

"Ponpes merupakan klaster baru dan pertama dalam masa Pandemi Covid-19," ujarnya.

Mengenai penjelasan lebih rinci, kata dia, kasus ini akan disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan.

"Besok Pak Bupati akan sampaikan juga kepada media," katanya.

Muncul klaster Ponpes, kata dia, pemerintah tingkat kecamatan terus melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya Covid-19.

"Iya, melalui Gerakan Bersama Lawan Covid19, kami bareng Kapolsek, Danramil serta pejabat tingkat kecamatan, gencar lakukan edukasi dan terus mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan dan tetap gunakan masker," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kunungan, Hj Susi Lusiyanti pun sama mengatakan bahwa kasus ini akan disampaikan Bupati.

"Iya kang, ini lagi rapat. Rilis resmi besok Pak Bupati sampaikan," ujar Susi saat dikonfirmasi via ponselnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved