Breaking News:

Covid 19 di Jawa Barat

Kota Cimahi Akhirnya Masuk Zona Merah Bareng Bodebek, Emil Minta Pemkot Cimahi Lebih Waspada

saya titip Pemerintah Kota Cimahi untuk lebih waspada, lebih disiplin ya, sambil saya apresiasi jumlah pengetesan yang sudah di atas 1 persen

Diskominfo Jabar
Peta risiko Covid-19 di Jabar hingga 2 September 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kini terdapat empat kabupaten atau kota di Jawa Barat yang masuk zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19, yakni Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

"Minggu ini, zona merahnya ada empat, yaitu Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cimahi. Artinya memang mayoritas masih tetap di Bodebek, menyumbang kasus mingguan lebih dari 60 persen, ada di Bodebek. Itulah kenapa koordinasi tadi sangat diperlukan," katanya seusai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Markas Kodam III/Siliwangi, Senin (14/9).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan di sisi lain, pengetesan metode PCR atau swab test di Jawa Barat sudah mencapai 314 ribu dari standard WHO yakni sebanyak 1 persen populasi, atau 500 ribuan tes swab untuk Jabar.

Selama ini di Jabar, katanya, hanya Kota Cimahi yang masuk kategori sudah memenuhi pengetesan swab standar WHO tersebut. Dengan demikian, Emil mengatakan dirinya mengucapkan selamat kepada Kota Cimahi atas raihan tes standar WHO tersebut.

"Tapi Cimahi juga minggu ini menjadi zona merah. Ini sambil testingnya sudah baik, tapi tingkat penularannya masuk yang tertinggi di Jawa Barat. Sehingga saya titip Pemerintah Kota Cimahi untuk lebih waspada, lebih disiplin ya, sambil saya apresiasi jumlah pengetesan yang sudah di atas 1 persen," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Emil mengatakan tingkat keterisian rumah sakit di Jabar ada di angka 41 persen secara umum. Keterisian tertinggi terdapat di Kota Depok yang mencapai hampir 80 persen. Sehingga pihaknya sedang mengkonsepkan pembantuan perawatan dari kabupaten atau kota sekitar Depok.

"Bodebek ini yang agak mengkhawatirkan adalah Kota Depok. Kota Depok Itu yang ringan di 60 persen, kemudian di yang sedang sudah hampir 80 persen. Tapi sebaliknya Kabupaten Bogor itu kondisi rumah sakitnya sangat terkendali ya masih di bawah 40 persen. Yaitu kalau satu wilayah penuh rumah sakitnya, maka kota atau kabupaten tetangga kita koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," katanya.

Emil mengatakan pihaknya pun menggagas sebuah kebersamaan, kalau misalkan rumah sakit di Kota Depok itu nanti kewalahan, maka Bogor bisa membantu mengantisipasinya dengan koordinasi dari Provinsi Jabar.

Dari sisi epidemologi, katanya, tantangan terbesar Jawa Barat hanya satu, yakni tingkat kesembuhannya yang belum memuaskan, baru di angka sekitar sampai 53 persen. Idealnya kesembuhan mencapai 70 persen.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved