Breaking News:

Bisnis Peternakan Ayam Petelur di Indramayu Sama Sekali Tak Terdampak Covid-19

Para peternak mengaku, selama pandemi tidak mendapat hambatan apapun baik dari sisi harga dipasaran maupun penjualan telur.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Peternakan ayam petelur Tegalsembadra Eco Farming di Desa Tegalsembadra, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (2/9/2020). 

Ayam Pedaging Anjlok

Sementara itu, harga ayam broiler di kalangan peternak mengalami penurunan alias anjlok. Hal itu terjadi sejak awal bulan Agustus 2020 hingga sekarang.

"Di Kabupaten Kuningan, mayoritas peternak merugi hingga ratusan juta," kata Heri Rukmana salah seorang peternak ayam broiler di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Selasa (1/9/2020).

Dia mengatakan bahwa untuk saat ini, harga ayam jauh dibawah harga Break Event Point (BEP) yakni sebesar Rp 17 ribu per kilogram.

"Kalau harga hari Senin kemarin satu kilonya Rp 13 ribu untuk ayam bobot 2 kilogram keatas. Sedangkan untuk ayam dengan bobot 1,5 kilogram harganya Rp 14 ribu," ujarnya.

Masa terparah, kata Heri, harga ayam pernah mencapai Rp 9.500 satu kilonya beberapa waktu lalu.

"Namun hal itu tidak berlangsung lama karena harga mulai mengalami kenaikan meski tetap dibawah harga BEP," katanya.

Termasuk anjlognya harga ayam disebabkan masih rendahnya daya beli masyarakat. "Selain itu melimpahnya stok di pasaran semakin memperparah keadaan," katanya.

Akibatnya, kata Heri mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. "Dalam sehari, saya memiliki peternakan di beberapa tempat ini bisa merugi hingga Rp 40 juta," katanya.

Dia mengatakan, kalau panen 10 ton sehari sudah kelihatan 40 juta ruginya. "Jadi dalam sebulan ini jelas ruginya mencapai ratusan juta," katanya.

Mengenai pemasaran ayam, kata Heri, pihaknya mengaku tetap berjalan dan biasa mengirim ayam untuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan serta Bandung dan Jakarta. 

Nasib Sama di Ciamis

Harga ayam ras pedaging layer jantan (pejantan) di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis pada pertengahan Agustus lalu masih di kisaran Rp 37.000/kg hidup (livebird). Namun memasuki awal bulan September ini sudah terjun bebas, terpuruk ke angka Rp 17.000/kg. Jauh di bawah biaya pokok produksi (BPP) yakni di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000/kg.

“Sudah hampir dua minggu ini peternak pejantan di Ciamis mengalami kerugian yang cukup besar,” ujar Koordinator peternak ayam layer jantan Kerukunan Perunggasan Priangan Timur, H Komar Hermawan kepada Tribun Rabu (2/9).

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved