Waduh Sehari Limbah Kotoran Sapi di Cipari Capai 60 Ton, Belum Termasuk Limbah Kotoran Babi
Menurutnya, Kelurahan Cipari sendiri merupakan salah satu peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Kuningan.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
kegiatan peternak dan warga bersih bersih kotoran hewan yang menyumbat saluran irigasi di Kelurhan Cipari
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Limbah kotoran sapi perah yang berada di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, sehari bisa mencapai 6 ton.
Demikian kata Asep Kepala Bidang P3HL Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, saat ditemui tengah melakukan pendataan terhadap peternak sapi daerah setempat, Kamis (27/8/2020).
Menurutnya, Kelurahan Cipari sendiri merupakan salah satu peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Kuningan.
“Dengan total ada 4.200 ekor sapi, limbah kotoran yang dihasilkan dalam sehari bisa mencapai 60 ton,” kata dia.
Kalkulasi sebanyak itu, kata Asep, dilihat dari setiap satu ekor sapi saat buang kotoran itu sebanyak 15 kilogram.
“Untuk jumlah kotoran yang dimunculkan dari setiap peternak sapi, belum menyeluruh di Kecamatan Cigugur, yang memiliki jumlah populasi sapi itu sebanyak 7.714 ekor,” ungkapnya.
Menghadapi persoalan limbah kotoran sapi, kata Asep, jumlah kotoran sapi itu baru sebagian saja yang diolah menjadi biogas.
“Itupun jumlahnya hanya sekitar 10 persen dan masih menghasilkan ampas,” katanya.
Saat ini upaya yang dilakukan oleh DLH (Dinas Lingunan Hidup) sendiri adalah dengan menyediakan truk pengangkut untuk membuang limbah kotoran sapi tersebut ke lahan yang telah disediakan.
“Untuk sementara, limbah kita kumpulkan di hangar (tempat pengeringan, red), untuk kemudian dilakukan olahan terhadap limbah kotoran tersebut,” katanya.
• Daftar Lowongan Kerja PT KAI Agustus 2020 untuk Lulusan SMA dan S1, Ada Loker Daop 2 Bandung
• Lakukan Hubungan Suami Istri dengan Gadis di Bawah Umur di Kos-kosan, Buruh Ini Rencanakan Niatnya
Mengenai pencemaran pada saluran irigasi, kata Asep, saat ini dilakukan penyadaran kepada para peternak agar tidak membuang limbah sembarangan.
"Kita masih tahap penyadaran dan pembinaan, ke depan baru akan disediakan mesin olah limbah,” ujar Asep didampingi Dedi Mulyadi yang juga Seksi Kemitraan dan Peningatan Kapasitas Lingkungan.
Selama sebulan kedepan, kata Dedi, Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan pendampingan terhadap kesadaran peternak sapi di Cipari.
“Jadi kita akan fokus lakukan permasalahan kotoran sapi disini, jangan sampai dalam tindakan kebersihan lingkungan ini hanya sebentar saja,” katanya.
Masalah kotoran yang mencemari, kata dia, ini belum termasuk dengan populasi hewan ternak babi yang berada di Kelurahan Cigugur.
“Nanti, satu persatu kita mengatasi masalah limbah hewan ternak seperti ini,” katanya. (*)