Breaking News:

Kebakaran

Soal Sapi Sutardi yang Terpanggang Peternak Sapi Kuningan Berharap Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran

Anton mengatakan, musibah kebakaran yang meluluhlantahkan semangat Sutardi, harus mendapat pengawasan dan penindakan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
Sapi Sutardi tewas terpanggang api di Cibeureum Kabupaten Kuningan, Senin (24/8/2020). 

"Pak Juanedi masih syok dan sekarang masih di rumah belum bisa ditemui siapapun," kata Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan, Ahmad Hidayat saat ditemui desa setempat, Selasa (30/6/2020).

Kebakaran di peternakan ayam di Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Selasa (30/6/2020).
Kebakaran di peternakan ayam di Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Selasa (30/6/2020). (Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Dia mengatakan, usaha sebagai peternak ayam itu telah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu.

 Kiwil Tak Beri Nafkah Berbulan-bulan, Meggy Wulandari Ungkap Perjuangannya Hidupi Anak-anak Mereka

"Mungkin ada sekitar dua puluh tahunan," kata dia.

Ahmad Hidayat menerangkan, sosok Junaedi memang terbilang rajin dan tekun dalam memelihara ayam pedaging.

"Biasanya, Pak Juanedi itu suka bermalam hingga tidur di kandang ayam," kata dia.

 Perihal Permasalahan Keraton Kasepuhan, Wali Kota Cirebon: Jangan Sampai Menimbulkan Kericuhan

Namun, lanjut Ahmad Hidayat ini menambahkan, ketika semalam Junaedi milih bermalam dan tidur di rumahnya, yang tak jauh dari lokasi kandang ayam terbakar tadi.

"Enggak tahu kenapa, mungkin enggak enak badan atau masuk angin. Pak Junaedi enggak nginep di kandang," katanya.

Peternakan ayam kebakaran

 Sebanyak 3.000 ekor ayam pedaging mati terbakar di kandang ayam saat terjadi kebakaran di peternakan ayam di Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Selasa (30/6/2020).

"Peristiwa yang merugikan itu dialami Junaedi (50 tahun), warga setempat sekaligus pemilik kandang ayam sekitar luas bangunan itu 236 meter persegi," kata Ahmad Hidayat, salah seorang Perangkat Desa Ciketak, Selasa (30/6/2020).

Ahmad Hidayat mengatakan, api sudah terlihat menyala pada pukul 03.50 wib, dan baru padam pukul 04.30 wib.

Sebelumnya seorang warga setempat, Siska, melaporkan kejadian kebakaran ke kantor UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.

 Wali Kota Cirebon Tegaskan Tak Akan Campuri Permasalahan Internal Keraton Kasepuhan

"Betul, tadi Siska melapor ke Pemdam Kebakaran Kuningan," ujar Ahmad Hidayat.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Khadafi, mengakui pemadaman kebakaran itu mengalami keterlambatan.

"Sehingga akibat keterlambatan laporan selama 30 menit dari waktu awal kejadian, petugas kami baru tiba di lokasi pada pukul 04.40 wib," kata Khadafi.

Menurutnya, upaya pemadaman itu dilakukan dengan menurunkan 2 Randis Damkar dan 7 anggota Damkar berangkat menuju TKP.

"Kemudian dibantu warga setempat dari pihak Kepolisian Sektor Kadugede, dan anggota Koramil Kadugede dan api berhasil dipadamkan selama 1 jam," katanya.

 Bupati Kuningan Perbolehkan Warga Gelar Hajatan Disertai Hiburan, Berikut Penjelasannya

 Mobil Mewah Via Vallen Dibakar Orang Tak Dikenal Dini Hari Tadi, Si Pembakar Terekam CCTV

Mengenai penyebab kebakaran yang menghanguskan kandang ayam tersebut. "Api diduga berasal dari briket batu bara yang dijadikan untuk pemanas DOC (anak ayam)." ungkap Khadafi.

Dari peristiwa kebakaran tersebut, pemilik kandang mengalami kerugian materi sebesar Rp 126.400.000 akibat bangunan kandang, pakan dan 3000 anak ayam terbakar. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved