Breaking News:

150 Pemilik Kedai Kopi di Kuningan Ikuti Acara Cupping Coffee, Mengenal Cita Rasa Kopi Lokal

Sebanyak 150 pemilik kedai kopi di Kuningan mengikuti kegiatan study banding yang berlangsung di Otaku Coffee

Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Suasana kegiatan Cupping Kopi di Otaku Coffee, Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 150 pemilik kedai kopi di Kuningan mengikuti kegiatan study banding yang berlangsung di Otaku Coffee, Jalan RE Martadinata, Kabupaten Kuningan.

Hal itu menyusul hadirnya kopi Gunung Puntang berasal dari daerah Bandung, Selasa (18/8/2020).

Menurut Zeze, pemilik Otaku Coffee sekaligus, salah satu penyelenggara kegiatan tadi, mengatakan, kegiatan ini dikenal sebagai cupping coffee atau untuk mengenalkan kopi lokal dengan kopi luar daerah.

Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriah dan Doa Awal Tahun 1 Muharram 1442 H, Bahasa Arab dan Latin

"Kebetulan kopi lokal kita, yakni kopi ciremai yang berjenis arabika menjadi sajian cupping dalam acara ini," kata Zeze disela kegiatan tadi.

Sedangkan, kata Zeze, kopi luar daerah yakni Kopi Gunung Puntang hadir sebagai varian yang dibawakan oleh pengusaha kopi luar daerah.

Suasana kegiatan Cupping Kopi di Otaku Coffee, Kuningan
Suasana kegiatan Cupping Kopi di Otaku Coffee, Kuningan (Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

"Kegiatan disini, semacam promosi kopi lokal. Baik dari Kuningan maupun Kopi Bandung, kemudian sekaligus membuka order. Jadi, ketika peserta cupping merasakan kenikmatan kopi tertentu, bisa langsung beli sebanyak yang dibutuhkan," katanya.

Jenazah Siswi Ini Berkedip dan Hidup Lagi saat Hendak Dimandikan, Kini Sudah Dimakamkan

Putus Penyebaran Covid-19, Bupati Cirebon Libatkan PKK Hingga Desa, Siap Sebar 2,5 Juta Masker

Kopi arabika, kata Zeze, ini memiliki harga variatif dalam satuannya.

"Misal kopi arabika hasil tanam petani kita, ini bisa masuk kisaran Rp 100 - 170 ribu per kilogramnya," katanya.

Terpisah salah seorang pemilik kedai kopi brand Dtjaroempah Coffee yang berada di Cipondok, Kecamatan Kadugede, Rinrin mengatakan, kegiatan cupping coffee seperti ini sangat baik dan memiliki nilai positif bagi penggiat kopi.

"Mulai dari tani kopi, bagian produksi dan pemilik kedai kopi, saya rasa bisa saling menguntungkan. Sehingga dalam hasil panen atau jumlah produksi banyak, tak ada lagi penimbunan kopi akibat lambatnya terjual," katanya.

Disamping itu, kata Rinrin, kegiatan ini sebagai wadah bagi para pemilik kedai atau cafe coffee dalam mengenal daerah melalui cita rasa kopi lokal.

16 Kecamatan di Majalengka Diperbolehkan Gelar KBM Tatap Muka, Akan Berlakukan Sistem Jadwal Sehari

"Sebab untuk mengenalkan daerah keluar, kalau bukan pribumi siapa lagi. Terus kemudian,kegiatan ini sebagai silaturahmi menguntungkan untuk tambah pengetahuan seputar kopi," katanya.

Karena, kata Rinrin, untuk menciptakan pelanggan dalam pembuatan kopi siap sajiHarus memiliki keterampilan dan kedisiplinan saat menjadi barista.

"Sehingga rasa yang diberikan kepada konsumen atau penikmat kopi, tidak mengecewakan dan sehingga disitu akan pantas menentukan harga pantas saat menjual kopi," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved