Video
VIDEO - Perajin Miniatur Perahu di Indramayu Tetap Berkarya di Tengah Pandemi Covid-19
harga yang ditarif Darmin untuk satu buah karya miniatur perahu bervariatif mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 7 juta per unitnya.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niat Darmin (37) terus berkarya di bengkel pembuatan perahu miniatur miliknya di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (6/8/2020).
Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, ia terlihat tengah sibuk menyelesaikan sebuah perahu boat yang menjadi pesanan pelanggan.
Tangannya pun lihai mengampelas permukaan perahu yang hanya tinggal memasuki tahap penyempurnaan saja.
Darmin mengatakan, usaha pembuatan perahu miniatur ini sudah lama ia geluti sejak tahun 2014 lalu.
"Kalau biasanya sih buat perahu-perahu tradisional, perahu-perahu tua, seperti konthing, kolek, soto, dorit, jegong, tembon, dan sope. Tapi sekarang ada pesanannya (perahu boat) ini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
• BOCORAN Spesifikasi dan Harga HP Oppo Reno 4 dan Reno 4 Pro, Akan Rilis Kamis 6 Agustus 2020
• Ridwan Kamil Berencana Bentuk Tim Khusus Seperti Kopassus, untuk Lacak Kontak Erat Pasien Covid-19
• Download Lagu Kulepas Dengan Ikhlas Lesti Kejora, Trending 1 di Youtube dengan 4 Juta Kali Tayang
Perahu-perahu itu pun didesain semirip mungkin dengan gambar pesanan yang diminta pelanggan.
Adapun, harga yang ditarif Darmin untuk satu buah karya miniatur perahu bervariatif mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 7 juta per unitnya.
"Tergantung tingkat kesulitan dan lamanya pengerjaan," ujarnya.
Kendati demikian, diakui Darmin, permintaan miniatur perahu sekarang ini tengah anjlok sejak virus corona mulai melanda Indonesia beberapa bulan terakhir.
Mendapat pesanan satu unit perahu dalam kurun waktu 1 bulan lamanya pun sudah sangat disyukuri Darmin.
Demi bisa menghidupi keluarga, ia bahkan juga rela menjual perahu miniatur buatannya dengan harga murah bilamana ada yang datang menawar.
Padahal hasil karyanya Darmin diketahui sudah dilirik hingga pasar dunia seperti Brazil, Australia, Francis, dan berbagai negara lainnya.
"Kalau dulu bersih-bersihnya saja bisa dapat penghasilan Rp 9 juta per bulan, sekarang yang penting buat makan saja dulu. Murah juga saya jual," ujarnya.
Darmin pun terpaksa merumahkan sebanyak 20 karyawan yang bekerja kepadanya seiring makin sepinya permintaan dari pelanggan.
Ia berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan para karyawannya bisa kembali bekerja.
"Nanti kalau sudah pulih insya Allah saya ingin tarik lagi karyawan-karyawan biar bisa kerja kembali," ujar dia.
TONTON VIDEO DI SINI