Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Ridwan Kamil Berencana Bentuk Tim Khusus Seperti Kopassus, untuk Lacak Kontak Erat Pasien Covid-19

Untuk melacak kontak erat pasien corona, Emil berencana membentuk tim khusus seperti Kopassus.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
ISTIMEWA Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bersilaturahmi dengan Pemimpin Redaksi Media Massa wilayah Jabar via video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (10/6/20) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tengah menyusun rencana pembentukan tim pelacak kontak erat orang positif Covid-19 untuk membantu tugas Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota di Jabar dalam melakukan pelacakan dan pengetesan.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini menilai kinerja petugas kesehatan di daerah untuk melacak kontak erat orang positif Covid-19 ini mulai terbatas akibat semakin banyaknya kasus positif Covid-19 di Jawa Barat.

"Sekarang kami lagi fokus mengejar testing. Kedua, rasio lacak juga kami belum bagus ya karena semangat mulai agak turun di mana-mana," kata Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

Emil mengatakan tim pelacak yang tengah disusun peraturan dan tugas operasinya ini nantinya akan membantu peran pemerintah kabupaten dan kota supaya lebih cepat melacak dan mengetes kontak erat orang positif Covid-19.

"Akhirnya saya bilang ke Pak Sekda, kita bikin ala-ala Kopassus saja melacaknya. Dibayar oleh provinsi, tidak usah ngandelin kota kabupaten. Sebanyak-banyaknya kita bayar supaya kalau satu positif, minimal 20 orang yang harus dites, dicari, itu bisa kita kejar," katanya.

Dalam Satu Hari, Kasus Positif Covid-19 di Sumedang Bertambah 12 Orang, Belum Ada yang Dijemput

Miniatur Perahu Tradisional Darmin Gambarkan Wajah Budaya Masyarakat Pesisir Indramayu Tempo Dulu

VIEO - Komnas HAM Datangi Pemkab Kuningan, Mediasi Kasus Batu Satangtung, Desak Bupati Buka Segel

Jawa Barat dengan jumlah penduduknya paling besar di Indonesia, yaitu 50 juta orang, katanya, maka secara teori memang potensi kerawanan penyebaran Covid-19-nya paling besar.

Namun demikian, dari sisi jumlah total kasus positif, posisi Jabar sudah dilewati Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

"Dan juga kasus aktif Kalimantan Selatan lebih banyak dari Jawa Barat. Rasio kesembuhannya sudah dua kali lipat dari jumlah yang sakit, jumlah yang sembuh dua kali jumlah yang aktif," katanya.

Tantangan hari ini, katanya, adalah melacak orang tanpa gejala (OTG) karena ruang isolasi di semua rumah sakit di Jabar sekarang hanya terisi 28 persennya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved