Breaking News:

Video

VIDEO - Lapas Kelas II A Kuningan Sukses Panen Kol, Tapi Harga Terjun Bebas Cuma Rp 1.000 Per Kg

Proses penanaman hingga panen memakan waktu 3 bulan. Hanya saja tidak bisa maksimal memuaskan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus melakukan pembinaan pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pembinaan itu dalam bentuk kegiatan di bidang pertanian.

“Dengan memanfaatkan lahan seluas 3000 meter persegi, WBP diberikan pengetahuan dan keahlian di bidang cocok tanam sayuran kol yang membuahkan hasil seperti ini,” ungkap Kepala Lapas Kelas II A Kuningan, yakni Gumilar Budi Rahayu saat melakukan kegiatan panen, di Open Camp Lokasi Pembinaan WBP Palutungan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Selasa (28/07/2020).

Gumilar mengaku gembira melihat keberhasilan para WBP yang dibina dan mengklaim telah berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam bertani sayuran.

"Lahan kosong seluas 3.000 meter persegi ini, biasanya kita tanami untuk pakan sapi yang kita ternakkan. Berhubung saat ini sedang tidak ada sapinya, kita tanami kol sejumlah 9 ribu tanaman," katanya.

 7 Kecamatan di Kota Sukabumi Masih Berstatus Zona Kuning, Belajar Tatap Muka Tak Bisa Dilaksanakan

 Angin Kencang dan Suhu Dingin Menerpa Wilayah III Cirebon, Diperkirakan Berlangsung Hingga September

 Wulan Guritno Mengaku Bangga Bisa Pakai Jersey Persib Bandung, Unggah Foto Bareng Anak di Instagram

Dari hasil panen ada sekira 18 ton sayuran kol, rata-rata dalam satu tanaman itu menghasilkan sebesar 2 kg kol.

"Dari 9 ribu bibit kol itu, tumbuh semua dan bisa dipanen," ujar Gumilar.

Proses penanaman hingga panen memakan waktu 3 bulan. Hanya saja tidak bisa maksimal memuaskan. “Sebab saat menanam harga kol sedang tinggi, yakni sekira Rp 5 - 6 ribu/kg. Namun pada saat panen, harganya terjun bebas jadi hanya Rp seribu /kg,” katanya.

Bisa dibayangkan jika hal ini menimpa para petani sebenarnya.

“Di saat panen ternyata hasilnya jauh dari harapan, bahkan tidak bisa mengganti modal awal mereka saat menanam dan merawat," katanya.

Mengetahui WBP berhasil menanam kol dengan sukses saja sudah merupakan bentuk keberhasilan pembinaan yang dilakukan.

“Meski begitu, kita tetap berharap pada dinas terkait agar melakukan upaya sehingga harga komoditi pertanian di Kuningan bisa stabil,” ujarnya.

Benih sayuran Kol yang ditanam WBP Lapas Kelas IIA Kuningan ini didatangkan dari Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Cara menanamnya pun sengaja tidak begitu banyak menghilangkan rumput yang tumbuh di sekelilingnya.

Karena penyakit sayuran kol adalah adanya ulat. Jika rumput di sekeliling tanaman masih ada yang dibiarkan tumbuh, ulat tersebut tidak akan banyak memangsa bunga kol yang sedang mekar. 

TONTON VIDEO DI SINI

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved