Rabu, 22 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hebat Nih, Siswa SLB di Majalengka Mampu Ciptakan Karya Seni, Nantinya Bisa Dijual di Pasaran

Tentunya, karya mereka tidak luput dari para guru yang secara teguh mengajarkan kepada para siswa tersebut.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Suasana workshop pelatihan pembuatan keset dan merchandise di SLB YPLB Majalengka, Kamis (23/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di luar keterbatasan para siswa berkebutuhan khusus untuk berkomunikasi seperti orang biasa, mereka memiliki keahlian yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

//

Mereka dapat menghasilkan karya yang tentunya dapat bernilai ekonomis sebagai sumber penghasilan.

Ini yang dilakukan oleh 10 siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Kabupaten Majalengka yang berhasil menghasilkan karya berupa marchandise dan keset.

Sekolah yang berada di Kelurahan Babakan Jawa No.357, Kecamatan/Kabupaten Majalengka itu memiliki para siswa yang tak hanya pintar dalam pembelajaran.

Haji Dedi Wahidi Batal Nyalon Jadi Bupati Indramayu, Mengaku Enggak Dapat Restu dari Istri dan Anak

Namun, dapat menunjukkan bahwa keterbatasan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Tentunya, karya mereka tidak luput dari para guru yang secara teguh mengajarkan kepada para siswa tersebut.

Kepala Sekolah SLB YPLB Majalengka, Sri Aminah mengatakan, para siswa itu termotivasi untuk menunjukkan bahwa anak didiknya dapat berkarya meski memiliki keterbatasan.

Terlebih, pada hari ini, 23 Juli 2020 merupakan momentum perayaan Hari Anak Nasional, bahwasanya anak menjadi generasi penerus masa depan bangsa yang harus dijaga dan dilindungi.

BNN Gerebek Rumah di Cangkuang Kulon Disinyalir Untuk Produksi Obat Terlarang, Ketua RW Kecolongan

"Ini merupakan Hari Anak Nasional. kami terinspirasi bahwa anak-anak difabel maupun anak-anak tuna rungu ingin mempersembahkan karyanya dalam perayaan hari tersebut," ujar Sri saat ditemui di sekolah, Kamis (23/7/2020).

Selain ingin menunjukkan hasil karya, Sri menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian para siswa tuna rungu tersebut kepada keluarganya.

Yang mana, di masa pandemi Covid-19 ini, banyak orang tua dari mereka sudah tidak lagi bekerja.

"Dengan menghasilkan marchandise dan keset ini, mereka dapat menjual karyanya. Hal ini secara tidak langsung dapat membantu perekonomian keluarga dari masing-masing siswa," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved