Breaking News:

Eti Rohaeti Pulang

Sambut Kedatangan Eti Binti Toyib, Bupati Majalengka akan Gelar Syukuran Kecil-kecilan

Sebelumnya Eti Rohaeti dituntut hukuman mati atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya di Arab Saudi.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemkab Majalengka bersyukur TKW asal Kabupaten Majalengka Eti Rohaeti binti Toyib, divonis bebas dari hukuman mati.
Sebelumnya Eti Rohaeti dituntut hukuman mati atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya di Arab Saudi.
Bupati Majalengka, Karna Sobahi berencana menyambut kedatangannya nanti.
Bahkan pihaknya akan menggelar syukuran kecil-kecilan di kampung halaman Eti di Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.
"Alhamdulillah, satu orang warga Majalengka bebas dari hukuman mati dan akan tiba di Majalengka beberapa hari ke depan dan akan kita sambut kedatangannya dengan syukuran kecil-kecilan di rumahnya (Desa Cidadap)," ujar Karna saat ditemui di Disparbud, Rabu (8/7/2020).
Karna menyampaikan, saat ini Eti masih berada di Jakarta setelah menjalani tes swab sesuai ketentuan protokol kesehatan bagi orang yang baru tiba dari luar negeri.
Setelah nantinya dinyatakan bebas Covid-19, Eti akan segera dipulangkan.
"Kami masih menunggu. Belajar dari kasus warga kami, Eti. Semoga tidak ada lagi pekerja migran Indonesia khususnya dari Majalengka yang tersandung kasus hukum di luar negeri," ucapnya.
Ia pun sudah meminta kepada dinas terkait agar terus memonitor adanya perusahaan atau agen pemberangkatan TKI Ilegal.
Sehingga, bisa menekan kemungkinan adanya kasus perdagangan manusia.
Seperti diketahui, Eti binti Toyib merupakan TKW yang bekerja di Kota Taif, Arab Suadi asal Majalengka, Jawa Barat.
Namun, saat usia bekerjanya baru menginjak angka 1 tahun, ia harus berurusan dengan hukum lantaran dituduh telah meracuni majikannya yang berujung dengan kematian.
Eti pun dianggap bersalah dan dipidanakan dengan hukuman mati.
Namun, Eti berhasil lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar.
Setelah, Kedubes Indonesia untuk Arab Saudi menawar dan melakukan berbagai pendekatan yang akhirnya ahli waris bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp 15,5 miliar.
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved