Wisata Gastronomi

Wisata Gastronomi & Kuliner Tahu Tempe Dikembangkan di Desa Cisambeng Majalengka, Ini Tujuannya

Pengembangan wisata gastronomi langsung diperlihatkan oleh sejumlah dosen kampus ternama di Bandung dan wisatawan dari luar negeri

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kegiatan pengembangan wisata gastronomi yang dikembangkan oleh Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka 

Kepala Desa Cisambeng, Eros Surjadiningrat mengatakan Cisambeng merupakan penghasil produksi tahu tempe, sejak seratus tahun-an lalu.

Sehingga, wisata gastronomi ini menjadi destinasi wisata yang patut dibanggakan dan akan dikembangkan, mengingat desa Cisambeng tidak punya wisata bernuansa alam.

"Sekaligus antisipasi ke depan, tentang sejarah, makanya harus terus diinovasi, harus ada terobosan baru. Giat pelatihan ini awal mula digagas Karang Taruna. Kami tengah merencanakan wisata gastronomi, kami kerjasama dengan Karang Taruna, UPI, Komunitas Pabrik Tau dan Bumdes," tutur Eros.

Perwakilan dari UPI, Dr. Dewi Tugarini mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua unsur Muspika Kecamatan Palasah dan pemdes Cisambeng, Karang Taruna serta komunitas.

Sebab, telah diberi kesempatan berkunjung sekaligus belajar proses pembuatan tahu dan tempe.

Pesta Pernikahan di Semarang Jadi Malapetaka, Kerabat Banyak Terpapar Covid-19, Ada yang Meninggal

"Kami akan bekerjasama dengan semua yang terlibat untuk program ini. Bulan November tahun ini, ada event internasional wisata gastronomi, kami akan mengangkat Desa Cisambeng di kancah internasional. Soal wisata ini kita promosikan langsung ke tingkat dunia," ujar Dewi.

Camat Palasah, Munajat Subiyantara menyampaikan, pihaknya menyambut baik, karena kesempatan ini bersaing dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

Yang mana, setiap kecamatan dituntut untuk mempunyai potensi wisata.

"Di kita bukan area pegunungan, bukan wilayah pantai, jadi tentang wisata gastronomi ini, tentu sangat perlu disambut baik dan positif. Karena potensinya sudah ada sejak dulu," ucap Camat.

Adapun, acara tersebut telah berlangsung dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 20 dan 21 Juni 2020.

Acara hari pertama, diawali kunjungan ke pabrik-pabrik tahu dan tempe serta pembukaan acara.

Hari kedua diisi kegiatan pelatihan marketing dan pengemasan produk dan pelatihan memasak varian olahan tahu dan tempe menjadi berbagai varian rasa seperti brownies tahu, naget tahu, puding tahu, kripik tahu dan kripik tempe serta varian lainnya dengan bahan dasar tahu dan tempe.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved