Breaking News:

Kasus DBD di Kab Cirebon Tinggi

Dinkes Kabupaten Cirebon Catat Ada Lima Puskesmas yang Langganan Tangani Pasien DBD

Ia mengatakan, lima puskesmas itu di antaranya, Puskesmas Plumbon, Puskesmas Sindanglaut, Puskesmas Jamblang, dan Puskesmas Babakan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Freepik via Tribunnews.com
ILUSTRASI Gejala Demam Berdarah 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon tampaknya cukup tinggi.
Selama Januari hingga pekan kedua Juni 2020, jumlah kasus DBD mencapai 463 orang.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, mencatat ada lima puskesmas yang kerap menangani pasien DBD.
"Pasien DBD di lima puskesmas itu lebih banyak dibanding puskesmas lainnya di Kabupaten Cirebon," ujar Nanang Ruhyana saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/6/2020).
Ia mengatakan, lima puskesmas itu di antaranya, Puskesmas Plumbon, Puskesmas Sindanglaut, Puskesmas Jamblang, dan Puskesmas Babakan.
Sedikitnya ada 35 pasien yang ditangani Puskesmas Plumbon dan tiga di antaranya meninggal dunia, serta Puskesmas Sindanglaut yang menangani 30 pasien DBD.
Selain itu, Puskesmas Jamblang menangani 26 pasien DBD, Puskesmas Babakan 26 pasien, dan Puskesmas Ciledug 22 pasien.
"Puskesmas lainnya juga menangani kasus DBD, tapi yang paling banyak lima puskesmas itu," kata Nanang Ruhyana.
Nanang juga menyebutkan ada 11 warga Kabupaten Cirebon yang meninggal dunia akibat DBD.
Karenanya, pihaknya mewanti-wanti penyakit tersebut tidak boleh dianggap enteng.
5 Kecamatan dengan Kasus DBD Terbanyak
Hingga Juni 2020, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon mencapai ratusan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat selama Januari - pekan kedua Juni 2020 kasus DBD mencapai 463 kasus.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, mengatakan, ada lima kecamatan yang jumlah kasusnya terbanyak.
"Di antaranya, Kecamatan Plumbon, Greged, Lemahabang, Plered, dan Babakan," kata Nanang Ruhyana saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/6/2020).
Ia mengatakan, jumlah kasus DBD di lima kecamatan tersebut juga berbeda-beda.
Misalnya, di Kecamatan Plumbon yang mencapai 45 kasus, Kecamatan Greged 39 kasus, Kecamatan Lemahabang 30 kasus, Kecamatan Plered 28 kasus, dan Kecamatan Babakan 26 kasus.
Menurut dia, jumlah pasien DBD di lima kecamatan itu merupakan yang tertinggi dibanding kecamatan lainnya di Kabupaten Cirebon.
"Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, dan lima kecamatan itu jumlahnya paling banyak," ujar Nanang Ruhyana.
Nanang menyampaikan, tiga dari 11 pasien DBD yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Plumbon.
Pasien DBD yang meninggal dunia rata-rata dikarenakan terlambat mendapatkan penanganan.
Mereka tidak segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberikan perawatan medis lebih lanjut.
"Ini menjadi bukti bahwa DBD tidak dapat dianggap remeh," kata Nanang Ruhyana.
Sebelas Orang Meninggal Akibat DBD
Sebanyak 11 warga Kabupaten Cirebon meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, mengatakan jumlah itu terjadi antara Januari hingga Juni 2020.
Menurut dia, jumlah warga yang meninggal dunia akibat DBD juga lebih tinggi dibanding Covid-19.
"Ada tiga pasien terkonfitmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia, sedangkan DBD 11 orang," ujar Nanang Ruhyana saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/6/2020).
Ia mengatakan, dari data yang diterimanya 11 orang meninggal dunia akibat DBD itu dikarenakan terlambat diberikan penanganan.
Rata-rata mereka terlambat dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis secara lebih lanjut.
Nanang menegaskan, hal itupun menjadi bukti bahwa DBD tidak dapat dianggap remeh.
"Total kasus DBD di Kabupaten Cirebon mencapai 463 orang, kalau Covid-19 hanya 18 orang," kata Nanang Ruhyana.
Pihaknya pun tengah berupaya keras untuk menekan penyebaran penyakit DBD.
Ia meminta masyarakat rutin melakukan PHBS di lingkungannya masing-masing.
Termasuk menggalakkan gerakan 3 M Plus, yakni mengutas, menutup, mengubur, dan menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai.
"Barang-barang itu berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebar penyakit DBD," kata Nanang Ruhyana.
Capai 463 Kasus DBD
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon mencapai ratusan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, mengatakan, hingga kini kasus DBD mencapai 463 kasus.
Menurut dia, jumlah tersebut merupakan kasus DBD di Kabupaten Cirebon sejak Januari hingga pekan kedua Juni 2020.
"Hingga Juni 2020, kami mencatat DBD mencapai 463 kasus," kata Nanang Ruhyana saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/6/2020).
Ia mengakui jumlah kasus DBD di Kabupaten Cirebon tersebut tergolong cukup tinggi.
Namun, jika dibandingkan kasus DBD yang terjadi tahun lalu maka jumlahnya masih lebih rendah.
Nanang menyampaikan, pada Januari - Juni 2019 kasus DBD di Kabupaten Cirebon mencapai 1291 kasus.
"Lebih rendah 50 persen dibanding tahun lalu, tapi kasusnya itu masih tinggi," ujar Nanang Ruhyana.
Pihaknya pun tengah berupaya keras untuk menekan penyebaran penyakit DBD.
Nanang meminta masyarakat rutin melakukan PHBS di lingkungannya masing-masing.
Termasuk menggalakkan gerakan 3 M Plus, yakni mengutas, menutup, mengubur, dan menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai.
"Barang-barang itu berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebar penyakit DBD," kata Nanang Ruhyana.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved