Virus Corona Indramayu
Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu: Hari Ini ODP Sudah Tembus Seribu Orang Lebih
Diketahui jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Indramayu pada hari ini bahkan sudah tembus seribu orang lebih.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu mengupdate jumlah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Minggu (7/6/2020).
Diketahui jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Indramayu pada hari ini bahkan sudah tembus seribu orang lebih.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, ODP di Kabupaten Indramayu sekarang tercatat jumlahnya mencapai 1.008 orang.
"Ada penambahan 10 ODP dari jumlah hari sebelumnya, yakni 998 ODP," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Dari 1.008 ODP itu, sebanyak 207 ODP masih dalam tahap pemantauan dan 801 ODP lainnya sudah dinyatakan terbebas dari Covid-19.
Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Indramayu pada hari ini juga bertambah satu 1 orang dengan total kini ada sebanyak 191 orang.
• Alhamdulillah Wakil Presiden KH Maruf Amin Miliki Cucu ke 25, Inilah Nama dan Jenis Kelaminnya
• UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, 7 Juni 2020: Bertambah 672 Kasus Baru, Total 31.186 Kasus
Dengan rincian, sebanyak 111 PDP sudah selesai masa pengawasan (sembuh), 61 PDP meninggal dunia, dan sebanyak 19 PDP lainnya masih dalam pengawasan tim medis.
Untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu saat ini sudah mencapai 23 orang.
Dengan rincian, 4 pasien meninggal dunia, 8 pasien sembuh, dan 11 pasien lainnya masih mendapat perawatan.
Kasus Covid-19 di Indonesia
Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, Minggu (7/6/2020).
Bertambah 672 pasien sehingga, total kasus virus corona di Indonesia menjadi 31.186 pasien.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan, ada penambahan kasus di DKI Jakarta.
"Kita lihat DKI Jakarta 163 kasus baru, 294 kasus sembuh," ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube BNPB Indonesia, Minggu.
Adapun jumlah pasien yang sembuh menjadi 10.498 di seluruh Indonesia pada Minggu ini.
Sementara, total ada 1.851 orang yang dinyatakan meninggal dunia.
Lalu, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 14.197 pasien.
Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 40.370 orang.
Masyarakat Harus Kembali Produktif
Sebelumnya, Achmad Yurianto menyampaikan, masyarakat harus kembali produktif meski vaksin virus corona belum ditemukan.
Sebab, masyarakat tak bisa jika terus menerus menunggu vaksin corona ada.
Masyarakat harus kembali menjalankan kegiatannya seperti sebelum terjadi pandemi virus corona.
"Kita belum tahu sampai kapan vaksin ditemukan, bisa dalam waktu yang lama kita hidup dalam paradigma seperti ini," ujarnya, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Rabu (3/6/2020).
"Kita tidak menunggu datangnya vaksin, kita harus produktif."
"Kita harus kembali ke kehidupan yang produktif, karena kita yang menentukan masa depan bangsa ini." terang Yuri.
Ia mengimbau, masyarakat harus mulai menerapkan hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun.
Masyarakat juga harus menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Achmad Yurianto menyebut, masyarakat akan semakin kuat dengan adanya edukasi di dalam keluarga.
"Kita berharap bahwa agen perubahan bisa dimunculkan dari keluarga," ujarnya.
"Mana kala setiap keluarga secara konsisten terus menerus mengedukasi kepada anak-anak tentang protokol kesehatan."
"Kita akan semakin kuat, masyarakat kita akan semakin tangguh menghadapi pandemi ini," terang Yuri.
Penerapan protokol kesehatan untuk menyambut tatanan new normal, terus digaungkan oleh pemerintah.
Sebab, masyarakat harus kembali beraktivitas meski vaksin virus corona belum ditemukan.
"Kita harus kembali lagi bisa produktif, namun aman dari Covid-19," ungkapnya.
Ia menegaskan, virus corona akan segera selesai jika ditangani oleh semua pihak.
Tak hanya pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam pencegahan Covid-19.
"Ini pokok-pokok yang menjadi perhatian kita bersama, bahwa Covid-19 harus dihadapi secara bersama-sama."
"Kita akan menyelesaikan ini dengan kebersamaan, dengan kegotong-royongan," kata Yuri.

Adapun protokol kesehatan yang terus dilakukan yakni, mencuci tangan hingga menjauhi kerumunan.
"Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan," imbuhnya.
Selain itu, menjaga kebersihan di dalam rumah juga sangat penting untuk diterapkan.
Sebab, anggota keluarga yang baru saja bepergian, bisa membawa penyakit saat kembali ke rumah.
"Kita harus meyakini, setiap kita kembali ke rumah itu kita membawa bibit penyakit."
"Oleh karena itu, segera ganti baju, mandi yang bersih, lalu baru berinteraksi dengan keluarga di rumah."
"Kita harus berfikir bukan hanya melindungi kita, tapi juga melindungi orang lain dengan baik," terang Achmad Yurianto.
(Tribunnews.com/Nuryanti)