Industri Seks di Tengah Pandemi
Beginilah Strategi Para PSK Menggaet Pelanggannya di Tengah Pandemi Covid-19, Agar Bertahan Hidup
Beberapa di antara mereka menawarkan layanan seks online, tapi ada juga yang pasrah, mengandalkan bantuan dari lembaga-lembaga amal.
TRIBUNCIREBON.COM - Bagaimana kabar bisnis esek-esek di tengah Pandemi Covid-19?
Banyak bisnis terpaksa tutup akibat Pandemi Covid-19.
Mulai dari pabrik, perkantoran, mall dan tempat hiburan.
Salah satu yang paling terpukul adalah bisnis prostitusi.
Rumah-rumah bordil dan klub striptis tutup.
Senyap.
Mengutip BBC pada Rabu (3/6/2020), di tengah kekhawatiran akan penghasilan dan kesehatan, pekerja seks mencoba melakukan berbagai cara demi kelangsungan hidup mereka.
Beberapa di antara mereka menawarkan layanan seks online, tapi ada juga yang pasrah, mengandalkan bantuan dari lembaga-lembaga amal.
Estelle Lucas, misalnya, yang sudah bekerja sebagai seorang escort selama 10 tahun terakhir di Melbourne.
Ia sangat berhati-hati memilih pelanggan. Tapi penyebaran Covid-19 dan anjuran menjaga jarak memicu larangan bertransaksi seksual.
"Wajar saya mengatakan bahwa jika saya tidak bekerja selama enam bulan, banyak orang akan melupakan saya.
Saya hanya bisa menggobrol saja dengan pelanggan. Dalam industri seks itu tidak cukup. Kita perlu menjalin keintiman dan itu tidak mungkin terjadi dalam situasi seperti saat ini," kata Estelle.
• Malam Ini Drama Korea VIP Tayang Perdana di Trans TV, Inilah Sinopsis dan Daftar Pemainnya
• Kisah Pilu TKI Asal Bandung Barat Diperkosa dan Melahirkan Anaknya di dalam Penjara di Arab Saudi
Sebelum wabah virus corona, Estelle mendapatkan penghasilan di atas rata-rata.
Dengan penghasilan itu, ia berharap segera melunasi cicilan kredit rumahnya di pinggiran kota Melbourne.
Tapi upaya itu pupus. Kini ia tak punya penghasilan.