PDP di Majalengka Meninggal Dunia
PDP Covid-19 di Majalengka yang Meninggal Bertambah, Terbaru PDP Asal Cigasong Meninggal
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyampaikan data terbaru mengenai virus corona, Kamis (28/5/2020).
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyampaikan data terbaru mengenai virus corona, Kamis (28/5/2020).
Saat ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 539 orang dengan perincian 9 ODP masih dalam pemantauan dan 530 ODP selesai pemantauan.
• Pasar Sumber Ditutup Sementara karena Covid-19, Bupati Cirebon: Tak Ada Kompensasi Bagi Pedagang
Data tersebut stagnan atau tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.
"Untuk jumlah PDP yang meninggal dunia kini bertambah menjadi 7 orang, yang terbaru dari Desa Heuleut dan Kecamatan Cigasong," ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Alimuddin, Kamis (28/5/2020).
Sedangkan, menurut Alimuddin, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara keseluruhan tercatat 50 orang atau tetap dibanding hari sebelumnya.
Kini, jumlah PDP yang masih dalam pengawasan sebanyak 2 pasien.
• Mantan Bupati Majalengka Kritisi Anggaran Covid-19 di Majalengka, Langsung Ditanggapi Sekda
Sementara, PDP yang selesai pengawasan sebanyak 41 orang.
"Sementara untuk jumlah positif Covid-19 untuk saat ini masih 2 kasus, yakni sepasang suami istri yang datang dari Kota Depok," jelas dia.
"Adapun, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Majalengka juga terbilang stabil dengan masih totalnya 78 orang, dengan rincian masih dalam pemantauan 11 orang dan selesai pemantauan 67 orang," kata Ali.
Alimuddin menambahkan, bahwa update Covid-19 Kabupaten Majalengka tersebut, per hari Kamis 28 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.
Di samping itu, ia mengimbau kepada warga masyarakat Majalengka, agar tenang namun tetap waspada.
Pihaknya juga berharap warga selalu menerapkan social distancing dan physical distancing, menjaga kebersihan dan hidup sehat serta selalu menggunakan masker.
"Kami imbau agar semua warga masyarakat Majalengka, tetap mematuhi anjuran pemerintah, agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19," tuturnya.
PDP asal Cigasong Majalengka yang meninggal belum terkonfirmasi positif Covid-19
Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka belum terkonfirmasi positif Covid-19.
Pasalnya, sebelum pasien dinyatakan meninggal dunia, pemeriksaan tes swab belum dilakukan.
Demikian disampaikan, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin melalui pesan singkat, Kamis (28/5/2020).
• Pemkot Tasikmalaya Putuskan Tak Memperpanjang PSBB, Kini Bersiap Menyongsong New Normal
Menurutnya, meski belum terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya memakamkan jenazah tersebut dengan sesuai protokol kesehatan.
"Statusnya masih PDP, belum positif Covid-19," ujar Alimudin.
Kendati demikian, petugas yang memakamkan juga mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).
Hal itu, sebagai upaya antisipasi untuk kejadian yang tidak diinginkan.
• Ketua FSPSI Jabar Minta Ridwan Kamil Tak Tergesa-gesa Terapkan New Normal, Jangan Pentingkan Ekonomi
• Warga Malangbong Terpeleset Saat Memancing di Sungai Cimanuk, Terbawa Arus Masih Dicari Tim SAR
"Penggunaan protokol Covid-19 semata-mata sebagai pencegahan, karena almarhum berasal dari zona merah," ucapnya.
Dirinya menjelaskan, PDP yang meninggal dunia itu adalah sosok laki-laki berusia 55 tahun asal Majalengka.
Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19, seperti sesak nafas, batuk dan demam.
"Ya benar, almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung," jelas dia.
Untuk menindaklanjuti kesehatan anaknya yang memiliki kontak erat dengan ayahnya, pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan anak tersebut.
Jika ke depan, terjadi gejala atau ciri-ciri menyerupai Covid-19, pihaknya akan membawa anak tersebut untuk segera ditangani.
• Pengunggah Video Syur Mirip Syahrini Ternyata Fans Luna Maya, Ngaku Sakit Hati dengan Reino Barack
"Jadi saat ini tuh kasus PDP yang meninggal itu 7 orang, bertambah 1 lagi orang Desa Heuleut berusia 3 tahun, meninggal 2 hari lalu, yang pemakamannya viral di media sosial," kata sosok yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Majalengka tersebut.
Anak kandung PDP yang meninggal dipantau tim medis
Seorang anak yang memiliki kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang merupakan ayahnya sendiri, kin menjadi pemantauan tim medis.
Diketahui, anak tersebut kesehariannya hidup bersama ayahnya yang kini telah meninggal dunia setelah statusnya menjadi PDP di RSUD Cideres Majalengka.
• Begini Cara Mengatasi Gigi Berlubang Tanpa Obat, Ampuh Juga untuk Mengurangi Rasa Sakitnya
Mereka datang dari zona merah Kota Bandung dan rujuk ke rumah sakit setelah mengeluh sakit menyerupai gejala Covid-19, seperti sesak nafas, batuk dan demam.
"Sekarang anaknya telah menjadi pantuaan tim medis, yang dalam hal ini langsung Dinas Kesehatan Majalengka," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Cideres, dr Egga Bramasta Akidapi, Kamis (28/5/2020).
• Begini Cara Mengatasi Gigi Berlubang Tanpa Obat, Ampuh Juga untuk Mengurangi Rasa Sakitnya
Dijelaskan dia, saat ayahnya masuk ke rumah sakit pada, Selasa (26/5/2020) atau dua hari lalu, sang anak langsung dipantau kesehatannya.
Terlebih, ayahnya mengalami gejala menyerupai Covid-19 dan setelah di tes rapid hasilnya reaktif.
"Itu sudah kami sampaikan ke Dinkes, untuk terus dipantau kesehatannya," jelas dia.
Lanjut dia, kemungkinan jika anak tersebut mengalami gejala menyerupai Covid-19, tim medis yang bertugas memantau kesehatan sang anak akan langsung dirujuk ke rumah sakit.
Tentunya, untuk mengantipasi stigma buruk di masyarakat.
• 27 Orang di Kota Cirebon Reaktif Rapid Test Corona, Jubir Gugus Tugas: Swab Testnya Negatif
"Ya kalau memang seperti itu (ada gejala menyerupai Covid-19), kemungkinan ya dirujuk dan dirawat secara intensif," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, PDP asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka Meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka selama 1 hari.
Diketahui, yang bersangkutan semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung.
Saat proses pemakaman, digelar sesuai protokol kesehatan di pemakaman Dukuhsuba malam itu juga.
PDP Corona di Majalengka Meninggal dunia
Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka terkonfirmasi meninggal dunia, Rabu (27/5/2020) petang.
Informasi yang diterima, proses pemakaman sendiri tengah berlangsung malam ini di pemakaman Dukuhsuba atau samping Rumah Makan Nera.
Jenazah juga dimamkamkan sesuai protokol kesehatan karena tidak ada warga yang berani menguburkannya.
Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Agus Permana melalui pesan singkat.
"Ya betul, malam ini PDP asal Simpeureum berjenis kelamin laki-laki usia 55 tahun meninggal dunia dan proses pemakaman tengah berlangsung malam ini," ujar Agus, Rabu (27/5/2020).
Dijelaskan dia, dari informasi yang diperoleh, PDP meninggal ini masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cideres Majalengka, kemarin, Selasa (26/5/2020) pukul 06.30 WIB.
"Kalau sakitnya sudah 10 hari sejak di Bandung. Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19 seperti sesak napas, batuk, demam. Bahkan almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung," ucapnya.
• Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditunda, Persiapkan Syarat dan Cara Daftarnya
• Niat dan Tata Cara Puasa Senin Kamis Serta Puasa Qadha Ramadhan, Lengkap dengan Manfaat Puasa
Masih dijelaskan Agus, saat masuk IGD, almarhum langsung menjalani rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat.
Hasilnya, yang bersangkutan dinyatakan reaktif.
"Dan langsung dimasukan ke ruang isolasi RSUD setempat untuk menjalani perawatan intensif. Sedangkan tes Swab atau PCR belum sempat dilakukan," jelas dia.
"Meninggalnya mah tadi sekitar pukul 17.30 WIB, sekarang masih proses pemakaman sesuai protap kesehatan Covid-19," kata Agus.
• Link dan Tatacara Mengisi Sensus Penduduk Online di www.sensus.bps.go.id, Buruan Tinggal 2 Hari Lagi
• Jadwal dan Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Besok, Kamis 28 Mei 2020, Ada Film Festival
Belum Dites Swab
Padahal, yang bersangkutan belum sempat menjalani tes swab atau PCR untuk mengetahui virus apa yang dideritanya.
"Ya tes swab belum dilakukan, namun Allah SWT berkehendak lain," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Agus Permana, Kamis (28/5/2020).
Menurutnya, PDP berumur 55 tahun itu baru masuk ke RSUD Cideres Majalengka pada, Selasa (26/5/2020) atau hanya sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Namun, sebelum meninggal, pasien yang kini telah dikebumikan sudah menjalani rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat dan hasilnya reaktif.
"Ketika hasil Rapid tes reaktif, pasien langsung dirawat di ruang isolasi RSUD Cideres dan menjalani perawatan intensif," ucapnya.
Jadi, Agus menambahkan, sebenarnya almarhum belum tentu terpapar virus corona.
Bisa saja, yang bersangkutan terbawa penyakit bawaan yang gejalanya menyerupai Covid-19.
"Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19 seperti sesak napas, batuk, demam. Meski, almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung, bisa saja penyakitnya dari bawan bukan Covid-19," jelas dia.