PDP di Majalengka Meninggal Dunia

PDP Corona di Majalengka Meninggal Dunia Sore, Malam Langsung Dimakamkan, Warga Gak Ada yang Bantu

Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka terkonfirmasi meninggal dunia. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
(KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN)
Ilustrasi - Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yullianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka terkonfirmasi meninggal dunia, Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 17.30.

//

Menurit Informasi yang diterima Tribuncirebon.com, proses pemakaman tengah berlangsung malam harinya di pemakaman Dukuhsuba atau samping Rumah Makan Nera.

Jenazah dimamkamkan sesuai protokol kesehatan karena tidak ada warga yang berani menguburkannya.

"Ya betul, malam ini PDP asal Simpeureum berjenis kelamin laki-laki usia 55 tahun meninggal dunia dan proses pemakaman tengah berlangsung malam ini," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Agus Permana melalui pesan singkat. Rabu (27/5/2020) malam.

Menurut Agus, PDP itu meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cideres Majalengka, Selasa (26/5/2020) pukul 06.30.

"Kalau sakitnya sudah 10 hari sejak di Bandung. Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19 seperti sesak napas, batuk, demam. Bahkan almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung," ucapnya.

Agus menambahkan, saat masuk IGD, almarhum langsung menjalani Rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat. Hasilnya, yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

"Langsung dimasukan ke ruang isolasi RSUD setempat untuk menjalani perawatan intensif. Sedangkan tes Swab atau PCR belum sempat dilakukan," katanya.

Belum Dites Swab

Padahal, yang bersangkutan belum sempat menjalani tes swab atau PCR untuk mengetahui virus apa yang dideritanya.

"Ya tes swab belum dilakukan, namun Allah SWT berkehendak lain," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Agus Permana, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, PDP berumur 55 tahun itu baru masuk ke RSUD Cideres Majalengka pada, Selasa (26/5/2020) atau hanya sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Namun, sebelum meninggal, pasien yang kini telah dikebumikan sudah menjalani rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat dan hasilnya reaktif.

"Ketika hasil Rapid tes reaktif, pasien langsung dirawat di ruang isolasi RSUD Cideres dan menjalani perawatan intensif," ucapnya.

Jadi, Agus menambahkan, sebenarnya almarhum belum tentu terpapar virus Corona.

Bisa saja, yang bersangkutan terbawa penyakit bawaan yang gejalanya menyerupai Covid-19.

"Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19 seperti sesak napas, batuk, demam. Meski, almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung, bisa saja penyakitnya dari bawan bukan Covid-19," jelas dia.

Kasus Menurun

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyampaikan data terbaru mengenai virus Corona, Rabu (27/5/2020).

Saat ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 539 orang dengan perincian 9 ODP masih dalam pemantauan dan 530 ODP selesai pemantauan.

Data tersebut naik dua angka dari hari sebelumnya.

"Untuk jumlah PDP yang meninggal dunia masih sama, yakni 5 orang PDP," ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Alimuddin, Rabu (27/5/2020).

Sedangkan, menurut Alimuddin, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara keseluruhan tercatat 50 orang atau turun satu angka dibanding hari sebelumnya.

Kini, jumlah PDP yang masih dalam pengawasan sebanyak 3 pasien.

Sementara, PDP yang selesai pengawasan sebanyak 41 orang.

 BST Kemensos Tahap Dua Dijamin Cair Juni 2020, Masyarakat Terdampak Covid-19 di Indramayu Siap-siap

 Jika PSBB Tak Diperpanjang, Mal-mal di Bandung Akan Buka Serentak 30 Mei, Terapkan Protokol Covid-19

 Sekolah Mau Dibuka Kembali, Sejumlah Orang Tua Siswa Menolak, Ragukan Protokol Kesehatan di Sekolah

"Sementara untuk jumlah positif Covid-19 untuk saat ini masih 2 kasus, yakni sepasang suami istri yang datang dari Kota Depok," jelas dia.

"Adapun, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Majalengka juga terbilang stabil dengan masih totalnya 74 orang, dengan rincian masih dalam pemantauan 7 orang dan selesai pemantauan 67 orang," kata Ali.

Alimuddin menambahkan, bahwa update Covid-19 Kabupaten Majalengka tersebut, per hari Rabu 27 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Di samping itu, ia mengimbau kepada warga masyarakat Majalengka, agar tetap tenang namun tetap waspada.

Pihaknya juga berharap warga selalu menerapkan social distancing dan physical distancing, menjaga kebersihan dan hidup sehat serta selalu menggunakan masker.

"Kami imbau agar semua warga masyarakat Majalengka, tetap mematuhi anjuran pemerintah, agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19," tuturnya.

PDP Meninggal

Beberapa waktu sebelumnya, Puskesmas Rajagaluh Majalengka menggelar rapid tes terhadap seluruh keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di salah satu desa di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Senin (13/4/2020).

Salah satu anggota keluarga tersebut meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari di Rumah Sakit Sumber Waras Kabupaten Cirebon yang diduga mengalami gejala Covid-19.

Sebanyak 9 orang secara bergiliran melakukan tes rapid yang digelar di depan halaman rumah korban di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, ada tiga tenaga medis dari puskesmas setempat berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berwarna putih melakukan pemeriksaan ke seluruh anggota keluarga.

Mereka diperiksa sesuai protokol kesehatan, dari mulai cek suhu tubuh, diambil sampel darah ataupun riwayat gejala yang mungkin diderita oleh anggota keluarga dalam beberapa terakhir ini.

Kepala UPTD Puskesmas Rajagaluh, Hambali mengatakan selama dalam pemeriksaan di rumah sakit, korban yang saat ini telah meninggal dunia mengalami gejala sakit tenggorokan, sesak nafas dan mencret.

Hal itu, dianggap menyerupai gejala yang mengarah ke Covid-19 yang saat itu juga termasuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Pasien mengalami sakit tenggorokan, sesak nafas dan mencret. Korban meninggal dan kalau yang sudah ada seperti itu masuk kategori PDP," ujar Hambali saat ditemui usai gelar rapid tes, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan, sebagai upaya antisipasi adanya kecemasan dan kesenjangan di masyarakat usai ada warganya yang meninggal diduga terpapar Covid-19, pihaknya menggelar rapid tes.

Disampaikannya, rapid tes digelar terhadap orang-orang yang berkontak erat dengan si korban.

"Pihak keluarga saat ini untuk mengantisipasi adanya kecemasan, adanya kesenjangan masyarakat, maka langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan yaitu merapid tes kepada orang yang berkontak-kontak erat, seperti keluarga dan kerabat," ucapnya.

Masih disampaikan Kepala Puskesmas (Kapus), keseluruhan ada 9 orang yang menjalani rapid tes.

Mereka semua, di antaranya tiga kontak erat sebagai teman kerja dan enam orang sebagai keluarga.

"Untuk hasil, nanti pihak laboratorium yang akan menyampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Kesehatan, nah nanti beliau lah yang menyampaikan hasilnya apakah positif atau negatif," kata Kapus Rajagaluh tersebut.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved