Kapolres Kuningan Datangi Penjual Petasan, Ingatkan Bisa Dijatuhi Hukuman Maksimal Seumur Hidup

banyak hal negatif bisa ditimbulkan dari petasan dan terbilang sangat membahayakan bagi lingkungan sekitar.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kapolres kuningan saat melakukan pengawasan terhadap pedagang kembang api di kawasan pasar tradisional kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kapolres kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik tak segan menangkap para penjual petasan yang tetap nekat berdagang. 

“Karena petasan merupakan benda peledak yang dilarang sesuai undang – undang Nomor 12 tahun 1952,” kata Lukman di sela kunjungan dan pengawasan di sejumlah pasar tradisonal Kuningan, Kamis (21/5/2020).

Lukman meminta kepada pedagang kembang api dilarang keras untuk melakukan kegiatan jual beli petasan kepada masyarakat mau pun anak-anak.

“Selain tertuang dalam undang – undang tadi, ledakan yang dikeluarkan petasan jelas bibit penyakit di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Lukman mengatakan, banyak hal negatif bisa ditimbulkan dari petasan dan terbilang sangat membahayakan bagi lingkungan sekitar.

“Kemudian hal ini masuk dalam kerawanan menyebabkan kerusakan pada bangunan seperti kebakaran dan guncangan serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Sering Pamer Kekayaan, Ujung Rambut Sampai Kaki Barang Branded, Dari Mana Sumber Duit Sarah Keihl?

Malam Ini Malam Ganjil Terakhir Bulan Ramadhan, Ini Doa Rasulullah SAW untuk Meraih Lailatul Qadar

Toserba Yogya Indramayu Rumahkan 200 Karyawannya, Para Karyawan Sambil Menangis Beresi Areal Fesyen

Kapolres bersama TNI serta lainnya akan berupaya melakukan pengawasan serta penertiban di lapangan.

“Jika masih dijumpai peredaran petasan di masyarakat. Kami tak segan melakukan tindakan,” katanya.

Besar harapan, kata dia, masyarakat tidak lagi bermain petasan dan para penjual kembang api.

“Tidak main kucing-kucingan dengan petugas kami dilapangan, “ katanya.

Lukman bertekad untuk berupaya menyadarkan masyarakat para pedagang serta menegakan aturan melalui pelaksanaan operasi / razia di sejumlah lokasi penjual yang bandel.

“Karena, sesuai UU Darurat dan Pasal 187 KUH Pidana tentang bahan peledak, para pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara. Bahkan hukuman terberat maksimal kurungan seumur hidup,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved