Virus Corona di Kuningan

Petugas Cek Poin di Kuningan Belum Pernah Jalani Rapid Test Covid-19, Anggota DPRD Kuningan Prihatin

Sejumlah petugas di check point di Kuningan diketahui belum pernah menjalani rapid test Covid-19.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Pemkab Kabupaten Kuningan dan Tim Crisis Center membuat enam posko check point di wilayah perbatasan Kabupaten Kuningan untuk memeriksa warga urban yang kembali pulang kampung. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sejumlah petugas di check point di Kuningan diketahui belum pernah menjalani rapid test Covid-19.

Hal ini membuat Anggota Dewan Kuningan, Sri Laelasari dari Fraksi Gerindra DPRD Kuningan hanya bisa mengelus dada.

Baru Bebas dari Penjara, Habib Bahar bin Smith Kembali Ditangkap Polisi, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

“Peristiwa terjadi saat sejumlah petugas yang berjaga di titik check point, belum melakukan rapid test seperti pada umumnya,” kata Sri Laelasari di sela kunjungan kerja lapangan terhadap sejumlah titik check point yang berada di perbatasan Kuningan – Cirebon, Selasa (19/5/2020).

Ini tentu membuat Sri Laelasari greget untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Bagimana tidak, selain mereka (petugas) belum pernah rapid test, malah diperparah atas kehilangan suplemen atau vitamin untuk petugas itu sendiri,” katanya.

Puluhan Pemudik Pulang Kampung ke Kuningan Menjelang Lebaran, Petugas Lakukan Pemeriksaan di Posko

Tata Cara dan Niat Sholat Idulfitri 1441 H di Rumah, Beserta Panduan Khutbah Menurut Anjuran MUI

Merasakan peristiwa yang menimpa petugas, kata Sri,  terjjadi karena kemungkinan besar tidak seriusnya pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap wabah virus corona ini.

“Mereka sudah hamper tiga bulan berjaga di setiap check point. Masa belum pernah sekali saja dilakukan rapid test. Lantas bagaimana dengan kesehatan mereka yang jaga siang malam,” ungkapnya.

Idelanya, kata Sri, petugas harus difasilitasi dan terpenuhi hajat hidupnya.

“Minimal ditempatkan di sebuah ruang sebagai karantina dalam mencegah penyebaran virus corona. Kasihan para petugas ini semua memiliki keluarga,” ujarnya.

50 WNA Asal China Pekerja Proyek Kereta Cepat KCIC di Purwakarta Akan Jalani Tes Swab Corona

Sandra Dewi Baru Tahu Token Akan Bunyi Jika Listrik Mati, Fitri Tropica: Jiwa Miskinku Tercabik

Sri menambahkan, studi lingkungan ini hendak menjadi bahan kajian di internal fraksi di lembaga mendatang.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan, kami akan melapor kepada pimpinan fraksi ataupun ketua partai kami,” kata Sri.

Menyinggung soal anggaran Covid-19 yang fantastis, kata Sri, tidak menutup kemungkinan menjadi kajian serius teman dewan lainnya.

“Terutama untuk dilakukan pengawasan dalam sektor kepanitian husus atau pansus,” katanya.

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved