Human Interest Story
Aning Suhaeni, Guru SD di Kuningan Rela Datang Mengajar ke Rumah Muridnya yang Tak Punya Handphone
Aning menjelaskan, tanggung jawab sebagai tenaga pendidikan dalam mentransfer pengetahuan menjadi prioritas dalam kehidupan pribadi sebagai guru
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
”Seperti sebelum wabah corona, ketika Susi belajar di kelas tidak jauh dari Ibu Cahyami (selalu bareng dalam kelas,red),”ungkapnya.
Praktik ini berlangsung mulai Susi mengikuti pendidikan sebagai pelajar SDN 2 Jatisari. “Kondisi ini terjadi pada Susi yang sekarang kelas empat,” ujarnya.
• Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Sendiri dan Keluarga, Dilengkapi Tulisan Arab & Latin, Yuk Bayar Zakat
Rupanya kondisi itu membuat Susi seakan terkungkung dan tidak boleh berlama-lama jauh dari Ibunya.
“Sebab satu kasus pernah terjadi, ketika Susi jauh dari Ibunya dan bermain terlihat riang seperti anak sebaya pada umumnya,” kata Aning.
Menyinggung soal kebutuhan hajat hidup Ibu Cahyami bersama Susi, kata Aning, dia mengandalkan perhatian orang tuanya. “Jadi segala kebutuhan hidup keluarga Ibu Cahyami itu dari Abahnya Susi,” ujarnya.
Aning berharap pihak lain bisa membantu untuk kesembuhan mental Ibu Cahyami. “Sebab ini berdampak terhadap perkembangan anaknya,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/guru-datangi-rumah-murid.jpg)