Human Interest Story
Aning Suhaeni, Guru SD di Kuningan Rela Datang Mengajar ke Rumah Muridnya yang Tak Punya Handphone
Aning menjelaskan, tanggung jawab sebagai tenaga pendidikan dalam mentransfer pengetahuan menjadi prioritas dalam kehidupan pribadi sebagai guru
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Mengenai waktu belajar, Aning menceritakan, hal itu dilakukan setiap beres di tempat tinggalnya.
“Jadi kalau sudah beres di rumah, saya mengajar dirumah Susi,” katanya.
Jam pelajaran pun tak berpatokan pada ketentuan jam pelajaran seperti di sekolah.
”Terkadang pernah sampai tiga jam atau lebih. Karena Susi belum lancar Calistung (Baca Tulis Berhitung,red),” katanya.
Untuk menempuh perjalanan, Aning menggunakan kendaraan roda dua dan harus hati – hati dalam melewati jalan kurang bagus.
“Jarak dari rumah saya ke rumah Susi paling 20 menitan lah,” katanya.
Saat mengajar Susi, kata Aning, orang tua Susi tidak pernah jauh ketika KBM berlangsung di rumahnya.
• Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah, Lengkap dengan Aturan Khutbah
“Jadi, jika sedang mengajar Susi, ibunya itu selalu berada di samping Susi,” ungkap Aning.
Belakangan diketahui orang tua Susi memiliki gangguan mental dalam fisiknya. ”Informasi dari saudara Ibunya Susi. Maksud gangguan mental itu trauma akibat pengalaman rumah tangga sebalumnya,” katanya.
Bentuk trauma itu, kata Aning, terjadi sebelum menikah dengan suami (bapaknya Susi, red) yang sudah lama meninggal dunia.
“Singkat cerita begini, Ibunya Susi atau Cahyami (42) pisah dengan suami pertamanya dan ia ditinggalkan, tanpa diberikan hak asuh,” kata Aning seraya menambahkan bahwa meninggalnya orang tua Susi terjadi ketika Susi Balita (bawah umur lima tahun, red).
Pengalaman itu, kata Aning, di perparah ketika terjadi pengambilan anak pertama oleh mantan suaminya. “Mungkin dari situ membuat Cahyami (42) seperti ini, ” katanya.
• Anda Pernah Dapat Notifikasi WhatsApp Nomor Telepon Anda Tidak Lagi Terdaftar? Awas Jangan Klik OK
Apalagi anak yang dibawa suami terdahulu itu merupakan anak pertama.
“Dan sampai sekarang tidak boleh dipertemukan antara dia dan anaknya, oleh mantan suaminya,”katanya.
Sejak kejadian tersebut, kata Aning, Cahyami (42) selalu mendampingi Susi dalam kegiatan apapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/guru-datangi-rumah-murid.jpg)