PSBB Jabar

PSBB di Indramayu, Taufik Hidayat Klaim Hasilnya Baru 60 Persen

Taufik Hidayat mengatakan, rendahnya tingkat keberhasilan itu karena masih banyak masyarakat yang membandel dan tidak mengindahkan protokol. . .

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, Senin (11/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengklaim tingkat keberhasilan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Indramayu baru sekitar 60 persen hingga pelaksanaan hari ke-enam.

"Kita melihat tadi dari segi evaluasi, kita ini persentasenya saya rasa masih belum signifikan, kita ini keberhasilan masih diangka 60 persenan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Pendopo Indramayu, Senin (11/5/2020).

Taufik Hidayat mengatakan, rendahnya tingkat keberhasilan itu karena masih banyak masyarakat yang membandel dan tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Seperti, masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah namun tidak menggunakan masker, berboncengan bagi pengendara roda dua, duduk berdampingan bagi pengendara roda empat, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya.

"Pelaksanaan PSBB di Indramayu ini berjalan lancar, berjalan sebagaimana mestinya walaupun masih ditemui banyak pelanggaran," ujarnya.

Padahal salah satu poin utama yang menjadi kriteria keberhasilan PSBB adalah bagaimana cara pemerintah mampu menekan pergerakan manusia hingga bisa mencapai 30 persen saja.

Jika pemerintah bisa menekan pergerakan manusia itu, tren penyebaran Covid-19 dipercaya bakal terus menurun seiring berdiam dirinya masyarakat di rumah.

Dalam upaya tersebut, pemerintah daerah Indramayu pun segera melakukan langkah strategis dengan penyekatan wilayah secara terbatas.

Dua ruas jalan utama pusat kota Indramayu, yakni Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan DI Panjaitan ditutup mulai dari pukul 15.30 WIB sampai dengan 17.30 WIB.

Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri dan stake holder terkait lainnya guna menekan pergerakan manusia ini dan diharapkan masyarakat mau berdiam diri di rumah.

"Kita mulai melakukan pengetatan setelah tiga hari awal melakukan uji coba, kita evaluasi hari keempatnya dan kita lakukan penyekatan yang lebih ketat," ujar dia.

"Dan ini ada titik positif dari penyekatan itu, dimana pergerakan masyarakat Indramayu mengalami penurunan," lanjut Taufik Hidayat.
 

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved