Foto Dua Perawat Kuningan Kelelahan
Foto Dua Perawat yang Kelelahan Setelah Rawat Pasien Covid-19 di Kuningan Curi Perhatian Warganet
Nurman menerangkan, memang standar perawat dalam melangsungkan tindakan terhadap pasien terpapar covid19.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
"Kemudian, saat mengenakan pakain (APD) rata-rata tidak lebih dua jam," ungkapnya.
• Ini Alasan Para Napi Lakukan Perundungan Terhadap Youtuber Ferdian Paleka CS di Tahanan
• Video Ferdian Ditelanjangi dan Digunduli di Sel Tahanan Beredar, Direkam HP Selundupan Napi
Ada teknik dan aturan main, kata Nurman saat menggunakan pakaian APD seperti tadi.
"Sangat perlu diperhatikan adalah, efektif efisien dalam bekerja," kata dia.
Misal tidak boleh berjalan yang mengundang cepat capek dan harus bisa mengatur nafas saat pelaksanaan tersebut.
"Apalagi ruang pasien terpapar tidak dilengkapi AC (Air Conditioner, red)," ujarnya.
Mengenai ketidaklengkapan ruang rawat pasien, kata dia, senggaja dilakukan agar virus tidak bisa hidup berlama-lama, apalagi untuk berkembangbiak.
"Jadi udara dalam ruangan pasien memang tidak lembab,"ujarnya.
• Driver Ojol Habisi dan Gasak Harta Teman Kencannya Seusai Berhubungan Badan di Hotel
• Tak Mau Mantan Pacar Menikahi Perempuan Lain, Wanita Ini Kacaukan Pernikahan Datang Mengaku Hamil
Menyinggung fotonya yang menyebar cepat, kata dia, semata bentuk sosialisasi dalam pencegahan penyebaran virus corona.
"Sebab dengan pakaian yang saya kenakan bikin cepat lemas," kata Nurman.
Nurman mengatakan, cara lain untuk bisa bertahan saat menggunakan hazmat, yaitu dengan perawatan yang biasanya dilakukan para perawat.
Meski demikian, kata Nurman, pekerjaan ini sangat memberikan pembelajaran hidup.
"Terlepas sebagai tenaga medis bahwa kegiatan ini sosial untuk kebaikan dan itu bagian dari pada ibadah," katanya.
Saat melangsungkan tindakan terhadap pasien, seperti memberikan obat, mengecekan kondisi tubuh baik tensi darah dan sebagainya.
"Tugas satu orang diluar ruang pasti dibutuhkan saat memenuhi perlengkapan kurang ketika bertindak," ujarnya.
• Sebanyak 15.500 Tes Kit PCR Disalurkan ke Bandung Raya dan Bodebek, untuk Pengetesan Masif
• Pelacakan COVID-19 Dilakukan Intensif di Wilayah yang Mengalami Peningkatan Kasus di Jawa Barat
Saat jam tugas, kata dia, sebanyak tujuh pasien di lantai dua, diberikan tindakan tidak dalam satu waktu.