Pemuda di Kuningan Hiasi Portal Dengan Jaring Laba-laba & Boneka Pocong, Agar Patuh Saat Karantina

Pemuda Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus terbilang kreatif untuk membuat warga tetap di rumah selama karantina karena pandemi Covid-19

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Pemuda Desa Bandorasa Wetan saat berada di posko perbatasan KMP desa setempat 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Pemuda Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus terbilang kreatif.

Hal itu di buktikan dengan pernak – pernik yang dibuat untuk menghiasi portal daerah perbatasan desa setempat.

“Jaring laba – laba ini sengaja di buat untuk melarang warga yang masuk ke daerah tersebut,” ungkap Rina salah seorang warga setempat, Sabtu (4/04/2020) malam.

Begini Cara Mengklaim Gratis Listrik dan Token Listrik Daya 450 VA & 900 VA di Situs PLN

Menurutnya, jaring laba- laba ini yang bernuansa misteri, dilengkapi dengan boneka mirip pocong untuk mengingatkan warga agar patuh pada program karantina.

“Itu di desain sedemikian rupa. Tujuannya memberitahu warga untuk patuh dalam pogram karantina wilayah parsial,“ ujarnya.

Rina mengatakan, pelaksanaan ini merupakan bentuk pencegahan penyebaran virus corona.

Inilah Amalan Terbaik untuk Mengisi Malam Nisfu Syaban, Nisfu Syaban Jatuh Pada 8 Hingga 9 April

“Sebab desa kami, merupakan daerah aktif sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Desa Bandorasa Kulon dan Sangkanurip,” ujarnya.

Disebutkan, kawasan karantina wilayah parsial yang terbentuk perangkat desa.

“Masing – masing dijaga dan mendapat pendukung dalam mencegah pandemi Covid-19 tersebut,” ujarnya.

Hal serupa juga di tambahkan Wawan, pihaknya sudah memberikan wanti – wanti kepada warga sekitar.

“Diwanti-wanti untuk tidak melakukan aktivitas tak penting di luar rumah,” ujarnya.

KISAH Pemulasara PDP Meninggal di Kuningan, Hanya Tayamum, Jenazah Dikafani & Dibungkus Plastik

Sebab masih kata dia, jumlah penduduk kuningan mengalami lonjakan cukup besar.

“Setelah ada pemberitahuan dari berabagi informasi, bahwa jumlah perantau di kuningan sudah lima puluh ribuan,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved