Ternyata Tak Semua Orang Bisa Terinfeksi Virus Corona, Begini Cara untuk Mengetahuinya
Pandemi Covid-19 atau virus corona kini menjadi sorotan publik baik dunia atau pun tanah air.
TRIBUNCIREBON.COM - Pandemi Covid-19 atau virus corona kini menjadi sorotan publik baik dunia atau pun tanah air.
Tak heran, sebab angka kematian yang disebabkan oleh virus yang sudah menginfeksi 180 negara ini juga cukup besar.
Setiap orang pun diharapkan bisa menjaga dirinya masing-masing untuk meminimalisir terpapar oleh virus itu.
• Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemuda Tangkal Corona Membuat Wastafel Portable untuk Umum
Terlepas dari rasa khawatir tersebut, mungkin kita bisa sedikit lega karena baru-baru ini ilmuwan memberikan bocoran tentang potensi kekebalan terhadap virus ini.
Mengutip dari Daily Star pada Selasa (24/03), Para Ilmuwan mengembangkan sebuah alat tes untuk mendeteksi kekebalan terhadap virus corona.
Peneliti dari New York berencana meluncurkan detektor antibodi ini dalam beberapa hari ke depan.
• Nick Kuipers Sedih Liga 1 2020 Ditunda karena Pandemi Corona, Bek Persib Ini Tulis Pesan Menyentuh
Artinya, ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang bisa terinfeksi virus corona hal itu tergantung imunitas seseorang.
Siapapun yang diverifikasi memiliki kekebalan tertentu akan diizinkan keluar dan melakukan kontak sosial penuh, demikian laporan tersebut disampaikan.
Karena mereka dianggap tidak akan menularkan virus.
• Besok, 11 Anggota HIPMI Indramayu yang Hadiri Musda di Kawarang Akan Jalani Rapid Test Covid-19
Antibodi dari memerangi virus corona disebut akan terbentuk setelah tujuh hari.
Tetapi ini masih terlalu dini untuk mengatakan berapa lama kekebalan ini akan bertahan, sementara wabah ini terus merajalela di mana-mana.
Pencipta alat uji ini Dr Florian Kramer mengatakan, bahwa tes ini mudah dan murah, untuk skala besar.
"Begitu itu terjadi, orang-orang ini mungkin lebih aman untuk melakukan kegiatan normal, tanpa takut dengan risiko terinfeksi atau menginfeksi orang," katanya.
• UPDATE Covid-19 di Indonesia 29 Maret 2020: 1285 Pasien Positif, 114 Meninggal, 64 Berhasil Sembuh
"Ini menjadi hal penting, terutama bagi mereka pekerja umum seperti perawat, dokter, pemadam kebakaran, polisi dan lainnya," jelasnya.
"Sangat senang mereka tidak akan membahayakan diri sendiri dan orang lain, dengan kembali bekerja tanpa takut menyebarkan penyakit," imbuhnya.