Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemuda Tangkal Corona Membuat Wastafel Portable untuk Umum
Para pemuda di Kabupaten Indramayu turut ambil bagian dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para pemuda di Kabupaten Indramayu turut ambil bagian dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Para pemuda yang mengatasnamakan Pemuda Tangkal Corona (PETA) yang dinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indramayu itu turut berkontribusi dengan membuat sebuah wastafel portable.
• Nick Kuipers Sedih Liga 1 2020 Ditunda karena Pandemi Corona, Bek Persib Ini Tulis Pesan Menyentuh
Penanggung Jawab PETA Indramayu Yoga Rahadiansyah mengatakan, wastafel portable itu sudah bisa dinikmati masyarakat secara luas sebagai upaya dini dalam menjaga kebersihan agar terhindar dari virus corona.
Ada lima titik yang menjadi sasaran, yakni Terminal Indramayu, kawasan Kuliner Cimanuk, Pasar Daerah Indramayu, Pusat Kuliner Mambo, dan Gedung Pemuda.
• Rosa Meldianti Ikutan Tren Until Tomorrow, Foto Masa Lalu Keponakan Dewi Perssik Ini Jadi Sorotan
"Kita mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih meluas," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (29/3/2020).
Yoga Rahadiansyah mengatakan, pada wastafel portable itu pihaknya juga sudah menyediakan galon berisi air bersih yang dilengkapi sabun cair.
PETA Indramayu sendiri dijelaskan Yoga Rahadiansyah merupakan gerakan sosial yang dibentuk khusus dalam upaya melawan dan mencegah virus corona.
• UPDATE Covid-19 di Indonesia 29 Maret 2020: 1285 Pasien Positif, 114 Meninggal, 64 Berhasil Sembuh
Gerakan ini menjadi wadah perjuangan pemuda Indramayu yang ingin turut serta menjadi bagian sejarah pemberantasan virus corona.
"PETA diinisiasi oleh Komite KNPI bersama bebeberapa organisasi kepemudaan dan komunitas/kelompok pemuda lainnya," ujar Yoga.
Ia menguraikan, gerakan pembuatan fasilitas cuci tangan diharapkan menjadi pemantik (trigger) agar turut dilakukan elemen lainnya untuk menyediakan fasilitas serupa di lokasi lain hingga menyentuh pelosok desa.
"Baik pemerintah daerah, kecamatan hingga desa, termasuk pihak swasta, BUMD/BUMN yang berada di wilayah kabupaten Indramayu diharapkan bisa menyediakan fasilitas serupa," ujar dia.