Kuningan Tak Lockdown Melainkan Social Distancing, Begini Tanggapan Ketua DPRD Kuningan

Ketua DPRD Kuningan mengatakan, sebelum bicara tentang penting atau tidaknya Lockdown, seharusnya kita pahami bersama apa itu lockdown.

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy 

Dan Kebijakaan ini, kata Zul, sangat tepat dilakukan di Kuningan dengan pertimbangan kewilayahan dan urban.

“Bayangkan apabila lockdown diterapkan di Kuningan berapa banyak warga Kuningan yang pulang ke Kuningan dan di perbatasan dikunci untuk tidak masuk kampung halaman."

"Mereka harus pulang kemana bisa jadi mereka yang diperlakukan penguncian ini justru berpotensi menimbulkan wabah."

“Nah, bagaimana dengan Kabupaten Kuningan?,” ujar Zul.

Disebutkan, secara umum Kuningan tentu harus mengikuti kebijakan pusat yaitu Social distancing, di antaranya melaksanakan perilaku sehat, disiplin untuk membersihkan diri, tidak berjabat tangan, membatasi keluar rumah, hindari kerumunan masa dan jaga jarak antar sesama.

“Itulah sebabnya dibangunnya posko-posko perbatasan sebagai gerbang masuk warga Kuningan menjadi titik krusial. Disitulah para petugas harus sigap dan tanggap memeriksa orang masuk, terutama dari kota yang masuk dalam zona merah,” katanya.

Rosa Meldianti Ikutan Tren Until Tomorrow, Foto Masa Lalu Keponakan Dewi Perssik Ini Jadi Sorotan

Maka, pemerintah daerah harus memberikan perhatian penuh kepada petugas petugas di posko perbatasan tersebut.

Mereka harus disediakan APD yang cukup, alat pengontrol suhu yang penting adalah dijaga kesehatan dan stamina tubuhnya.

“Tentu ini membutuhkan anggaran. Tapi jangan dijadikan persoalan,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved