Depresi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Lansia di Kuningan Ini Nekat Akhiri Hidup

Eman yang juga merupakan keluarga korban gantung diri, mengatakan, pihak keluarga telah menerima bahwa ini merupakan musibah murni yang dilakukan korb

Tribun Jogja - Tribunnews.com
Ilustrasi Gantung Diri 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Warga Blok Pasir Muncang, Desa Cibinuang, Kecamatan Kuningan dikejutkan dengan kejadian gantung diri, Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 09.30.

Korban gantung diri diketahui bernama Uya Suhari itu berusia 72 tahun. Warga pun langsung mendatangi rumah korban.

Peristiwa gantung diri itu pertama kali diketahui oleh Sutarno (48), anak korban. Menurut Sutarno, korban melakukan gantung diri itu di dapur dengan menggunakan seutas tali tambang berwarna putih.

"Melihat kondisi menggantung, kami langsung lapor ke RT dan perangkat desa," ungkap Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Danu Raditya menirukan laporan yang masuk ke kepolisian. 

Menurut Danu, petugas yang menerima tembusan atas kejadian tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara. "Ketika dilakukan pemeriksaan, tubuh korban tak memiliki bekas atau tanda kekerasan dan pada waktu itu, ada air mani yang keluar dari kelamin korban," katanya.

Prosedural pemeriksaan berlangsung seperti pada umumnya, hal itu juga disertai surat keterangan dari pihak keluarga, bahwa korban benar merupakan aksi gantung diri.

Informasi yang dihimpun, aksi nekat dilakukan korban, karena diduga mengalami penurunan mental dan mengalami depresi yang disertai riwayat penyakit tak kunjung sembuh, seperti penyakit asma dan kencing manis serta belum lama telah melakukan operasi hernia.

"Saat anaknya hendak membawa untuk cek kesehatan ke rumah sakit, korban sudah menggantung," kata Danu.

Tamu Undangan Kaget Polisi Datang, Acara Hajatan Pernikahan di Majalengka pun Langsung Dibubarkan

Yuk Baca Doa Qunut Nazilah, MUI Imbau Umat Islam Baca Doa Itu, Agar Terhindar dari Virus Corona

JADWAL Acara TV Hari Ini Sabtu 28 Maret 2020, Film Kartini di SCTV, Tukang Ojek Pengkolan di RCTI

Sementara itu, Eman yang juga merupakan keluarga korban gantung diri, mengatakan, pihak keluarga telah menerima bahwa ini merupakan musibah murni yang dilakukan korban.

"Kami telah membuat surat pernyataan yang diketahui Bapak Kepala Desa," ungkap Eman seraya membolehkan media untuk konsumsi berita, usai pelaksanaan prosesi pemakaman. "Ya kalau sudah dimakamkan, silakan saja," ujarnya.

Korban adalah seorang duda sejak beberapa tahun terakhir. Semasa hidup, ia mengandalkan pemberian dari anak-anaknya untuk kebutuhan hidup dan kesehatan.  "Iya Kang, anak-anaknya sudah pada mandiri dan baik kepada orang tua," kata warga di lokasi setempat.

Warga kemudian mengurus jenazah mulai memandikan hingga memakamkannya di tempat pemakaman umum setempat. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved