PDP di Indramayu Meninggal Dunia
Sebelum Meninggal, PDP Corona di Indramayu Diantar Driver Taksi Online ke RS, Sempat Dipegang Juga
(PDP) virus corona sempat diantar oleh driver taksi online ke RS Mitra Plumbon Indramayu.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebelum meninggal dunia, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona sempat diantar oleh driver taksi online ke RS Mitra Plumbon Indramayu.
Hal tersebut disampaikan Direktur RS Mitra Plumbon Indramayu, dr. Dedi Rohendi kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di rumah sakit setempat, Rabu (25/3/2020).
• Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo Meninggal Dunia di RS DKT Solo Pukul 16.45 WIB
Pasien laki-laki berusia 48 tahun yang merupakan warga Indramayu itu meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Indramayu pada Selasa (24/3/2020) kemarin pada pukul 11.40 WIB.
Berdasarkan pengakuan pasien, ia diketahui juga bertenpat tinggal di daerah Bekasi dan baru pulang ke Indramayu.

"Dia datang pukul 16.25 wib hari Senin diantar pakai mobil grab karena dia tidak ada keluarganya di sini, dia juga dipegang oleh supir grab itu," ujarnya kepada Tribuncirebon.com.
• BREAKING NEWS - Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia
Kepada dokter pasien tersebut mengeluhkan panas, batuk berdahak, pilek, sesak napas, nyeri kepala, dan nyeri di seluruh tubuh.
Saat diperiksa pun suhu tubuh pasien lebih dari 38 derajat celcius.
Tim medis rumah sakit pun segera melakukan pemeriksaan fisik, rontgen dan uji laboratorium.
"Kita juga konsul dulu ke dokter spesialis paru, kebetulan dokter paru di sini dan di RSUD Indramayu itu sama," ujar dia.
Hasilnya, gejala yang dialami pasien memang mengarah pada gejala virus corona.
Pasien pun ditetapkan sebagai kategori PDP virus corona.
Kendati demikian saat hendak dirujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah, dalam hal ini RSUD Indramayu pasien yang bersangkutan mendadak sesak napas berat dan meninggal dunia.
"Jam 11 kita siapkan untuk pemberangkatan ke RSUD Indramayu, tapi saat itu pasien keadaannya memburuk, tiba-tiba pasien sesak napas berat dan tidak tertolong nyawanya lalu meninggal pukul 11.40 WIB," ujar dia.
15 RS Rujukan enggan terima karena penuh