Virus Corona Mewabah

Sajadah Disebut-sebut Bisa Jadi Media Penularan Virus Corona, Begini Penjelasannya

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan imbauan untuk menghentikan sementara kegiatan salat Jumat selama virus corona masih mewabah.

tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Suasana Masjid Islamic Centre Indramayu, Senin (27/5/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM - Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus corona, masyarakat diimbau untuk menjalankan gaya hidup bersih dan menjaga daya tahan tubuh. 

Termasuk ketika beribadah, Umat Islam disarankan untuk menggunakan sajadah sendiri terlebih jika beribadah di masjid atau tempat umum. 

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan imbauan untuk menghentikan sementara kegiatan salat Jumat selama virus corona masih mewabah.

Imbauan ini utamanya ditujukan kepada wilayah-wilayah dengan tingkat penyebaran virus corona tinggi.

Benarkah sajadah bisa menjadi media penularan virus corona?

Terkait hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SsPD-KGEH, MMB menjelaskan, sajadah bisa menjadi media penyebaran virus corona jika ada seseorang yang memakainya dalam kondisi telah terinfeksi virus.

"Ketika dipakai orang, orang itu bersin, virus memang menempel. Oleh karena itu saya dalam tanda petik setuju jika kita perlu membawa sajadah sendiri," kata Ari dalam konferensi pers daring, Jumat (20/3/2020).

Tiba-tiba Jalan Raya di Cianjur Ini Terangkat Lalu Ambles 15 Meter, Mobil Xenia Terjebak di Tengah

Video Viral Goyang Erotis di Garut, Penari Dikerumuni Ratusan Pria, Wabup Jengkel, MUI Bilang Haram

Dosen Matematika ITB Memprediksi Puncak Corona Terjadi Pada Akhir Maret, Kasus Positif 600 Per Hari

Faktor suhu juga berpengaruh terhadap daya tahan virus tersebut di sebuah benda. Ari mencontohkan, di daerah panas dengan suhu 30 derajat Celcius, virus corona bisa mati dalam waktu sekitar satu jam.

Namun, virus cenderung bertahan hidup lebih lama pada daerah dengan suhu dingin, kira-kira selama dua hingga tiga hari.

"Kalau udara dingin apalagi kalau 0 derajat ke bawah virus bisa bertahan lebih lama di permukaan-permukaan tersebut sehingga mudah menular," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved