Ibu Tarsidi Ungkap Anaknya Miliki Jiwa Tanggung Jawab Selama Kerja Jadi Operator Jasa Penyeberangan

Pasalnya, ia juga menyadari bahwa tugas seorang pekerja operator jasa penyebrangan harus siap saat dibutuhkan.

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Icih, ibu dari Tarsidi yang tenggelam di sungai Cimanuk Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Icih (60), ibu dari Tarsidi (27) yang menjadi korban tenggelam di Sungai Cimanuk Majalengka mengungkapkan bahwa anaknya merupakan pria yang bertanggung jawab ketika bekerja.

Tarsidi yang sehari-hari bekerja sebagai operator jasa penyeberangan di Desa Pangkalan Pari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka sekaligus sebagai titik lokasi tenggelamnya itu selalu menjalankan tugasnya dengan baik.

"Anak saya itu jarang pulang, sekalinya pulang ya berangkat lagi berangkat lagi, apalagi di musim hujan kaya gini ya pasti jarang pulang," ujar Icih saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/3/2020).

Warga Bantu Cari Tarsidi Asal Majalengka yang Tenggelam di Sungai Cimanuk, Bermodalkan Alat Seadanya

GEMPA Mengguncang Sukabumi, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Icih menjelaskan, anak pertama dari dua bersaudara itu selalu sigap dan siap ketika ada panggilan untuk kembali bekerja terutama pada saat malam hari.

Sebab, pekerjaan yang sudah digeluti selama dua tahun terakhir itu menggunakan sistem gilir.

"Kan kerjanya tidak tentu, jadi kalau posisinya di rumah terus malam-malam ada telepon suruh berangkat, ya berangkat. Meski keadaan hujan, badan lagi sakit, pokoknya tanggung jawablah," ucapnya.

Maish dikatakan Icih, meski merasa khawatir akan kondisi anaknya yang bekerja di saat larut malam, ia tidak kuasa untuk menahan agar tidak berangkat bekerja.

Pasalnya, ia juga menyadari bahwa tugas seorang pekerja operator jasa penyebrangan harus siap saat dibutuhkan.

Sopir Tronton Berhasil Antarkan Anaknya Jadi Lulusan Terbaik, Pulang Kuliah Jemput Pake Tronton

Mau Coba Diet Garam? Ini Manfaat dan Risikonya, Turunkan Tekanan Darah Hingga Kurangi Risiko Kanker

"Ya mau melarang gimana, orang sudah tugasnya begitu. Saya mah cuma bisa berdoa saja agar baik-baik dan tidak terjadi apa-apa," kata Icih.

Hal itu, menjadi kenangan tersendiri bagi perempuan yang sudah ditinggal oleh suaminya tersebut.

Oleh karena itu, Icih hanya bisa pasrah dan berharap anaknya tersebut segera dapat ditemukan meski dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

"Ya pokoknya segera ditemukan, pasrah sajalah. Gimana kondisinya yang penting ketemu," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved