Pasien Diisolasi di RSUD Majalengka

Pasien Suspect Corona Majalengka Sudah Dirawat 3 Hari di Ruang Isolasi, Timbul Gejala Sepulang Umrah

Lanjut Erni, saat dalam pemeriksaan ternyata pasien sudah memiliki riwayat gejala paru-paru sebelum melakukan ibadah umrah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
RSUD Majalengka 

Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Majalengka, Erni Harleni mengatakan saat datang pasien pada Minggu (1/3/2020) yang bersangkutan dirawat di ruang IGD.

Sebab pasien mengeluhkan demam dengan suhu yang sangat tinggi.

"Awalnya pasien datang dengan kondisi demam di atas suhu rata-rata yakni 39 derajat. Langsung kami bawa ke ruang IGD," ujar Dr Erni, Rabu (4/3/2020).

Lanjut dirinya menyampaikan, selain demam dengan suhu tinggi, pasien juga diketahui dalam keadaan batuk secara terus-menerus.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit langsung memindahkan pasien ke ruang Isolasi.

MotoGP Qatar 2020 Batal karena Wabah Virus Corona, Valentino Rossi Gelar Balapan Sendiri

ZODIAK CINTA Hari Ini, Taurus Beradu Argumen sama Pasanganmu, Virgo Dia Tahu Apa yang Buatmu Bahagia

"Karena diduga gejalanya menyerupai virus itu (Covid-19) atau Corona, kami langsung membawa ke ruang khusus isolasi, tujuannya kami melakukan penanganan yang intensif agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Masih dikatakan Erni, kemungkinan pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon pada hari ini.

Alasannya, hal tersebut sesuai prosedur agar pasien mendapatkan perawatan yang maksimal.

"Ya ini sesuai prosedur, karena kita kan bukan tempat rujukan untuk terduga," kata Erni.

tampak pintu masuk ruang isolasi di RSUD Majalengka
tampak pintu masuk ruang isolasi di RSUD Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Alur Pelaporan

 Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Salah satunya membentuk Jabar Crisis Centre Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan pihaknya sudah memiliki alur pelaporan dan penanganan Covid-19 di Jabar.

"Alur ini dibuat agar pelaporan dan penanganan Covid-19 di Jabar melalui satu pintu. Itu akan membuat penanganan lebih cepat dan tepat," kata Berli di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/3).

Menurut Berli, masyarakat yang memiliki gejala Covid-19, seperti demam, batuk, dan sesak nafas, dan riwayat perjalanan ke negara terjangkit Covid-19 harus memeriksakan kondisi ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

"Puskesmas maupun rumah sakit yang memeriksa pasien yang memiliki gejala atau riwayat perjalanan ke luar negeri akan melapor kepada dinas kesehatan kabupaten/kota," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved