Mamah Muda di Riau Dibegal Terus Diikat di Kebun Sawit, Motor dan Barang Berharganya Raib Digasak
Korban bernama Mila (30) yang berprofesi sebagai guru Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Segati, Langgam.
Selain itu, ia mengaku sudah siap mati jika sewaktu-waktu ada yang pihak-pihak yang mencarinya, termasuk anggota kepolisian.
Bahkan kalau Alex Begal meninggal dunia, ia meminta dimakamkan di dekat kuburan ibunya.
"Seakan-akan tidak ada lagi polisi di Pelalawan ini. Ia selalu posting foto di Facebook dengan wajahnya tampak jelas," tukas Kasat Teddy.
Penangkapan Alex kemudian dikembangkan dan polisi meringkus tersangka Wahyu di daerah Jambi.
Kedua pria ini dicokok atas laporan dari korban yang kehilangan sepeda motor jenis Satria FU dengan nomor polisi BM 2558 AN dan hand phone merek IPhone 6.
Alex dan Wahyu tercatat sebagai warga SP 6 Desa Makmur Pangkalan Kerinci.
Mereka beraksi dengan modus mengancam korbannya yang sedang duduk atau nongkrong.
Kemudian merampas HP pengendara motor yang sedang digunakan.
"Kita sedang memburu satu orang lagi yang merupakan komplotan mereka saat beraksi berinisial W," tutur Hasym.
• Pria asal China Ungkap Rahasia Sembuh dari Virus Corona, Konsisten Lakukan Ini Selama 25 Hari
• Kenali Gejala Virus Corona, Bekerja Dari Hari Ke-1 Sampai Hari Ke-17, Alami Sesak Nafas di Hari ke-5
Dijelaskan Kapolres, dalam aksinya, pelaku tak segan main ancam.
"Mereka main ancam. Gaya-gaya premanlah. Sehingga korbannya takut dan langsung dirampas," kata Kapolres.
Aksi Alex Begal dan Wahyu serta rekannya Willy yang masih buron berawal pada Rabu malam 1 Januari lalu dengan korban atas nama Rani.
Korban bersama temannya Defri Nofayanti sedang menuju rumah kos temannya yang lain dengan melewati jalan Tengku Said Jaafar Pangkalan Kerinci.
Ketika itu Rani sedang menelpon di atas sepeda motor dan tiba-tiba mereka dipepet kedua tersangka yang langsung merampas telepon genggamnya tersebut.
Korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta atas kehilangan HP jenis IPhone 6 serta melaporkan kejadian ke Polsek.
Tak puas dengan hasil kejahatan itu, komplotan ini kembali beraksi pada Kamis 2 Januari sekitar pukul 21.30 WIB dengan korban atas nama Andre Riawan.