Breaking News:

Jenderal Polisi Nyamar Jadi Warga Biasa, Buat Laporan di Polsek Dibiarkan, Kapolsek Langsung Dicopot

Hal itu sengaja ia lakukan agar bisa mengetahui bagaimana para petugas di Polsek memberi pelayanan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews.com/kolase
Komisaris Jenderal Polisi Drs Suhardi Alius M H 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebagai mitra masyarakat, polisi tentu diharapkan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Namun kenyataannya, buruknya pelayanan polisi, khususnya di tingkat kepolisian sektor (Polsek) justru sering kali diterima oleh masyarakat, bahkan hal itu juga dialami oleh seorang jenderal polisi.

Dalam peluncuran buku 'Mengubah Pelayanan Polri dari Pimpinan ke Bawahan' karya Suhardi Alius, 11 Maret 2013 lalu, Suhardi yang saat itu masih menjabat Kepala Divisi Humas Polri pernah bercerita saat dirinya menjabat Wakapolda Metro Jaya.

Seperti dilansir Sripoku.com dari WartaKota, diceritakan suatu ketika Pak Hardi (nama samaran) yang juga seorang mantan Wakapolda sengaja berpura-pura sebagai warga biasa yang menjadi korban kejahatan.

Suhardi Alius (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)
Suhardi Alius (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN) ()

Agar lebih meyakinkan, Pak Hardi saat itu hanya memakai sandal jepit, celana jeans dan kaus biasa.

Hal itu sengaja ia lakukan agar bisa mengetahui bagaimana para petugas di Polsek memberi pelayanan.

Lantas, ia pun melapor ke salah satu polsek setempat.

Tapi, apa yang ia alami sungguh di luar dugaan.

Pak Hardi malah dipingpong oleh petugas di sana.

Mendapat perlakuan itu, Pak Hardi tetap tidak membuka identitasnya.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
TRIBUNNEWS/HERUDIN ()
Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved