Breaking News:

Polisi Bekuk Penjual Satwa Dilindungi

Kapolres Majalengka: Kalau Lihat Hewan yang Bentuknya Tidak Anda Ketahui, Segera Lapor Petugas!

Minimnya pengetahuan masyarakat, khususnya di Majalengka soal jenis-jenis hewan yang dilindungi membuat khawatir Kapolres Majalengka, AKBP Bismo. . .

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso saat menyerahkan dua satwa liar yang dilindungi kepada Kepala Resor BKSDA Cirebon, Slamet Priambada 

"Saya tidak mengetahui hewan itu hewan yang dilindungi, makanya saya hendak jual," ujar AS yang hendak menjual hewan satwa jenis kucing hutan atau Meong Congkok (Prionailurus Bengalensis) saya diintogasi oleh kepolisian, Selasa (25/2/2020).

Peneliti Terkejut Saat Autopsi Jenazah Korban Virus Corona, Organ Dalam Korban Kondisinya Mengerikan

Zodiak Keuangan Besok, Rabu 26 Februari 2020: Aries Menarik Keberuntungan Finansial, Leo Efisien

AS mengaku, ia mendapatkan satwa itu di samping rumahnya yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu.

Ia sempat memelihara hewan tersebut sebelum terpikir untuk menjualnya di media sosial Facebook.

"Mereka sempat memelihara hewannya sebelum akhirnya mau dijual dan mereka sudah sampai tahak negosiasi kepada para pembeli," ucap Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin.

Sementara pelaku lainnya, AD (28) warga dari Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang juga sempat memelihara hewan satwa jenis burung Alap-alap Jambul (Accipiter Trivirgatus).

Namun, karena tak sanggup membeli pakannya, ia pun terpikir untuk menjualnya.

"Kedua tersangka, berikut sejumlah barang bukti, sudah kita amankan di Mapolres Majalengka, untuk dilakukan proses lebih lanjut," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dijerat pasal Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo Pasal 40 ayat 2 Undang undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

"Selanjutnya, untuk semua barang bukti satwa langka tersebut, kita serahkan ke BKSDA Jawa Barat, yang nantinya akan dilepas liar ke habitatnya," jelas dia.

Diterima BKSDA Jabar

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved