Virus Corona

Kim Jong Un Tembak Mati Pejabat Korea Utara yang Positif Corona, Terungkap Alasan Sebenarnya

Berbatasan langsung dengan China, Korea Utara beberapa waktu lalu kabarkan tak terkena dampak virus Corona.

net
Kim Jong Un 

TRIBUNCIREBON.COM- Berbatasan langsung dengan China, Korea Utara beberapa waktu lalu kabarkan tak terkena dampak virus Corona.

//

Padahal di negara tetangganya yang hanya berjarak sejengkal, banyak korban telah berjatuhan di China akibat virus ini.

Kabar terakhir mengatakan bahwa setidaknya lebih dari 1.500 orang telah meregang nyawa lantara virus jenis baru ini.

TERBONGKAR Upaya Psikolog Dedy Susanto Goda Vanessa Angel, Tawari Curhat Malah Tanya Tarif Vanessa

Sebelumnya, Kim Jong Un mengklaim tak ada virus Corona di negaranya.

Tapi ternyata pemimpin diktator itu salah perkiraan, wabah yang muncul pada bulan Desember tahun lalu itu telah masuk ke negara beribukota Pyongyang itu.

ILUSTRASI - Orang-orang mengenakan masker saat berjalan di daerah Pyongyang, Korea Utara, 6 Februari 2020.
ILUSTRASI - Orang-orang mengenakan masker saat berjalan di daerah Pyongyang, Korea Utara, 6 Februari 2020. (KIM WON-JIN / AFP)

Awalnya, virus tersebut memang nihil atau tidak terdeteksi di daratan Korea Utara, tapi kenyataannya berbeda.

Salah seorang pejabat pemerintahan yang belum lama singgah di China, pulang ke Korea Utara dengan membawa wabah COVID-19 tersebut.

Ditinggal Istri Pergi Umrah, Pria di Makassar Nekat Nodai Dua Gadis Penyandang Disabilitas

Mengutip dari New York Post, Korea Utara telah mengeksekusi seorang pasien positif virus Corona.

Hal itu lantaran orang tersebut nekat kabur dari karantina yang dibuat pemerintah untuk pergi ke pemandian umum.

ZODIAK CINTA Besok, Selasa 18 Februari 2020, Aquarius Ungkapkan dan Jangan Sembunyikan Perasaanmu

Aksi itu dinilai Kim Jong Un sebagai sebuah pelanggaran dan akan membawa malapetakan bagi negaranya.

Kabar eksekusi mati pejabat Korea Utara itu dikonfirmasi oleh salah satu kantor berita Korea Selatan, Dong-a Ilbo.

Media tersebut melaporkan bahwa lelaki itu adalah seorang pejabat pemerintahan yang telah ditempatkan di ruang isolasi lantaran habis melakukan perjalanan ke China.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengatakan akan melakukan tindakan secara hukum militer bagi siapapun yang meninggalkan lokasi karantina tanpa izin.

Sembuh dari Virus Corona, Pria di Wuhan Ini Ungkap Pengalaman Mengerikan: Saya Mengetuk Pintu Neraka

Lembaga pemerintah dan orang asing yang tinggal di Korea Utara juga diharapkan untuk mematuhinya "tanpa syarat", kata media Korea Utara.

Kemarin, Pyongyang mengumumkan bahwa karantina telah diperpanjang hingga 30 hari - lebih dari dua kali yang direkomendasikan oleh bos kesehatan dunia.

Kim Jong Un pun hampir sepenuhnya menutup perbatasan dengan China, satu-satunya sekutu diplomatik utama mereka.

Pria Berjuluk Yang Mulia Tipu 800 Orang yang Mau Jadi PNS, Hasil Menipu Kantongi Duit Rp 2 Miliar

Penerbangan dikurangi dengan jalan dan rel kereta baik yang tertutup atau sangat dibatasi.

Sementara itu, pejabat tersebut dikarantina di bawah kebijakan mengisolasi siapa pun yang pernah ke China.

Bahkan, seorang pejabat lain dikatakan juga diasingkan ke sebuah peternakan Korea Utara setelah mencoba untuk menutupi perjalanannya ke negara asal wabah virus Corona, China.

Pejabat kedua yang diasingkan dilaporkan adalah anggota Badan Keamanan Nasional Korea Utara, menurut Mirror.

Tukang Gali Kubur Makam Lina Datangi Teddy, Berani Bicara Begini, Nama Rizky Febian Disebut-sebut

Kabar kematian penderita virus Corona dari Korea Utara itu justru dibantah oleh Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berpusat di Pyongyang.

Pejabat WHO itu mengatakan pada Voice of America(VOA) bahwa mereka belum mendapat laporan mengenai kasus itu dari pemerintah Korea Utara.

Menurutnya, Korea Utara masih bersikap tak ada kasus Virus Corona di wilayahnya.

Padahal secara fakta negara komunis itu hanya berjarak 880 mil dari pusat penyebaran COVID-19.

Tingkat Kolesterol Anda Baik Atau Banyak Kolesterol Buruk? Cek di Sini Cara Memeriksanya

"Pihak berwenang Korea Utara mengatakan kepada FAO bahwa tidak ada kasus virus Corona baru, tetapi kami curiga terhadap klaim tersebut," kata Bir Mandal dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB kepada Korea Biomed, seperti dilaporkan oleh Mirror.

Harry Kazianis, Direktur Studi Korea di Pusat Kepentingan Nasional, mengatakan kepada Fox News bahwa tidak mungkin Korea Utara tidak terkena dampak oleh virus Corona.

"Mereka jelas berbohong karena mereka tidak ingin menunjukkan kelemahan atau bahwa ada ancaman terhadap rezim," kata Kazianis. (Sosok.id)

Simak videonya!

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul VIDEO: Alasan Kim Jong Un Tembak Mati Seorang Pejabat yang Terjangkit Virus Corona

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved