Bupati Ciamis Ultimatum Babe Ridwan Saidi, 2x24 Jam Tak Datang ke Ciamis Bakal Dilaporkan ke Polisi

Menyikapi kejadian tersebut Bupati Herdiat meminta warga Tatar Galuh Ciamis untuk bersabar, jangan sampai bersikap berlebihan, apalagi sampai brutal.

Bupati Ciamis Ultimatum Babe Ridwan Saidi, 2x24 Jam Tak Datang ke Ciamis Bakal Dilaporkan ke Polisi
TribunJabar.id/Andri M Dani
Warga Ciamis menggelar unjuk rasa di Alun-alun Ciamis memprotes pernyataan sejarawan Ridwan Saidi yang menyebut Galuh berarti brutal dan tidak ada kerajaan di Ciamis, Jumat (14/2/2020). 

Pada kesempatan tersebut Bupati Herdiat dan Wabup Yana D Putra juga didaulat untuk menandatangani petisi di atas hamparan spanduk.

Menurut Aip Sarifudin, salah seorang pengunjuk rasa menyebut warga Ciamis akan terus bersikap menyatakan keterusikannya atas pendapat babeh Ridwan Saidi yang mengundang kontroversial tersebut.

Warga Ciamis Tentukan Sikap

Ratusan orang dari berbagai elemen di Ciamis Kamis (13/2) sore berkumpul di  Ruang Pasca Sarjana Unigal Ciamis untuk menyikapi pernyataan babeh Ridwan Saidi yang menyebut galuh artinya brutal dan di Ciamis katanya tidak ada kerajaan.
Ratusan orang dari berbagai elemen di Ciamis Kamis (13/2) sore berkumpul di Ruang Pasca Sarjana Unigal Ciamis untuk menyikapi pernyataan babeh Ridwan Saidi yang menyebut galuh artinya brutal dan di Ciamis katanya tidak ada kerajaan. (TribunJabar.id/Andri M Dani)

Sebelumnya diberitakan, pernyataan sejarawan asal Jakarta Ridwan Saidi, akrab dipanggil Babe Ridwan Saidi, di channel youtube “Macan Idealis” menimbulkan reaksi keras berbagai kalangan masyarakat Ciamis.  

Dalam video, Babeh Ridwan Saidi mengatakan dari indikator ekonomi  di Ciamis tidak ada kerajaan. Ridwan menambahkan, Galuh itu artinya brutal dan di Ciamis ada prasasti yang dipalsukan oleh Belanda.

Pernyataan tersebut tentu saja membuat geger Ciamis. Warga Tatar Galuh Ciamis merasa dilecehkan harga dirinya. Video berdurasi 12 menit 31 detik dari chanel youtube “Macan Idealis” telah membangunkan “Maung Galuh”

Sekitar 200 orang dari berbagai elemen masyarakat Ciamis berkumpul di Ruang Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis, Kamis (13/2) sore untuk menyikapi pernyataan Babeh Ridwan Saidi tersebut.

Pada pertemuan yang digagas Rektor Universitas Galuh (Unigal) Dr H Yat Rospia Brata MSi yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis tersebut tak hanya dihadiri para akademisi, mahasiswa, tapi juga aktivis ormas/OKP,  budayawan , kabuyutan, berbagai kalangan masyarakat lainnya termasuk Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Erwan Dermawan.

Saat diberi kesempatan untuk bicara, Erwan sempat meneteskan air mata tak menerima Galuh dijelek-jelekkan. Erwan meminta masyarakat Ciamis untuk tidak berlebihan menyikapi pernyataan Babeh Ridwan Saidi yang kini viral tentang Galuh dan Ciamis tersebut.

“Kami berharap Ciamis tetap kondusif,” harap Erwan.

 Saksikan Live Streaming Pertandingan Madura United vs Persebaya Surabaya Jumat Sore Ini, Derby Jatim

 Wafat Tadi Malam, Mantan Rektor Unpad dan Pemain Persib Prof Himendra Akan Dimakamkan di Cirebon

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved