Bupati Ciamis Ultimatum Babe Ridwan Saidi, 2x24 Jam Tak Datang ke Ciamis Bakal Dilaporkan ke Polisi

Menyikapi kejadian tersebut Bupati Herdiat meminta warga Tatar Galuh Ciamis untuk bersabar, jangan sampai bersikap berlebihan, apalagi sampai brutal.

Bupati Ciamis Ultimatum Babe Ridwan Saidi, 2x24 Jam Tak Datang ke Ciamis Bakal Dilaporkan ke Polisi
TribunJabar.id/Andri M Dani
Warga Ciamis menggelar unjuk rasa di Alun-alun Ciamis memprotes pernyataan sejarawan Ridwan Saidi yang menyebut Galuh berarti brutal dan tidak ada kerajaan di Ciamis, Jumat (14/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM akan menempuh jalur hukum menyusul pernyataan Babe Ridwan Saidi di channel youtube “Macan Idealis” yang kontroversial dan mengusik harga diri warga Tatar Galuh Ciamis. Babe Ridwan Saidi menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan dan Galuh itu sendiri artinya brutal.

“Pernyataan Ridwan Saidi tersebut jelas telah membuat masyarakat Tatar Galuh Ciamis terusik.  Tapi kita harus bersabar. Jangan sampai berbuat brutal. Kalau perlu kita tuntut (Babeh Ridwan Saidi) secara hukum,” tegas Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM di hadapan ratusan warga Ciamis yang menggelar unjuk rasa di Alun-alun Ciamis, Jumat (14/2).

Sejumlah elemen masyarakat berorasi menyampaikan keterusikannya akibat pernyataan babeh Ridwan Saidi yang dinilai kontroversial tersebut. Di tengah berlangsungnya aksi tersebut tiba-tiba Bupati Ciamis DR H Herdiat Sunarya MM dan Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra serta sejumlah pejabat lainnya langsung mendatangi masa aksi.

Bupati Herdiat pun didaulat untuk menyampaikan sikapnya. Aksi massa yang berlangsung di Alun-Alun Ciamis Jumat (14/2) siang tersebut berlangsung di bawah pengamanan petugas polisi dan TNI  yang dipimpin langsung Kompol Ari A Wibowo.

Tak hanya akan menuntut babe Ridwan Saidi secara hukum, Bupati Herdiat juga meminta babe Ridwan Saidi untuk membeberkan dasar-dasar dan bukti-bukti kenapa babe Ridwan Saidi begitu vulgar menyebutkan di Ciamis tidak ada kerajaan. Jika tak datang ke Ciamis dalam waktu paling lambat 2 x 24 jam untuk membuktikan omongannya, Bupati akan melaporkan Ridwan Saidi ke polisi.

“Padahal dari hasil penelitian para ahli, dan banyak bukti-bukti bahwa di Ciamis ini pernah ada kerajaan yang berjaya yakni Kerajaan Galuh. Banyak peninggalan sejarahnya, banyak buktinya,” tegasnya.

Karangan Bunga Ucapan Duka Cita Berjejer di Pemakaman Terakhir Himendra Wargahadibrata di Cirebon

Sambil Berkaca-kaca Putri Delina Mengaku Merasa Bersalah pada Teddy yang Kerap Disalahkan

LUCINTA LUNA Mengerang Kesakitan, Mata Melotot Saat Minta Obat Psikotropika, Keluarkan Suara Pria

Sungguh sangat mengusik hati ketika babeh Ridwan Saidi menyebut galuh itu artinya brutal.

“Sungguh kita terusik ketika galuh  disebut brutal. Padahal dalam Bahasa Sangsekerta Galuh itu artinya permata. Saya bangga dengan galuh. Tiap hari saya selalu pakai pin  galuh ini. Galuh bagi kami adalah suatu kebanggaan,” ujar Bupati Herdiat sembari memperlihatkan pin galuh yang terpakai di dadanya.

Menyikapi kejadian tersebut Bupati Herdiat meminta warga Tatar Galuh Ciamis untuk bersabar, jangan sampai bersikap berlebihan, apalagi sampai brutal.

Warga Ciamis membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai bentuk dukungan atas protes terhadap sejarawan Ridwan Saidi di Alun-alun Ciamis, Jumat (14/2/2020).
Warga Ciamis membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai bentuk dukungan atas protes terhadap sejarawan Ridwan Saidi di Alun-alun Ciamis, Jumat (14/2/2020). (TribunJabar.id/Andri M Dani)

Pengusaha Diskotek di Medan Tewas Terbakar Dalam Mobil, Warga Merekam Dengar Teriakan Minta Tolong

Lucinta Luna Rela Operasi Kelamin Diungkap Gebby Vesta, Sosok Pria Tampan Ini Jadi Alasannya

VIRAL Seorang Kapolsek Rela Bersimpuh di Depan Massa Demi Selamatkan Nyawa Seseorang, Ini Endingnya

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved