Fakta-fakta Pemuda Maluku Tewas Dikeroyok di Surabaya, Massa Ngamuk Rusak Diskotek Pentagon
Kasus pengeroyokan 4 pemuda Maluku (salah satunya tewas) di Diskotik Pentagon, Surabaya berbuntut panjang.
Ancaman itu dilakukan dalam rangka memberikan dukungan kepada Polrestabe Surabaya untuk segera menangkap pelaku sekaligus kepada para pemuda Maluku yang menjadi korban pengeroyokan.
Salah satu peserta yang mendatangi Mapolrestabes Surabaya mengungkapkan, setelah berhasil membakar pelaku, mereka akan menyerahkan diri.
"Darah diganti darah. Kalau polisi tidak lekas tangkap pelakunya, kami yang akan bergerak. Kami tak akan lari. Selesai bakar mereka kami serahkan diri," tambah salah seorang massa.
Sambil berorasi di depan Mapolrestabes Surabaya, sebagian perwakilan diterima masuk ke Polrestabes Surabaya untuk menyampaikan aspirasinya.
5. Massa Marah Rusak Diskotik Pentagon

Iring-iringan massa pengantar jenazah Glenn Puttiray, pemuda Maluku yang merupakan anggota Maluku Satu Rasa melewati Jalan Tegalsari Surabaya menuju peristirahatan terakhir di Makam Kembang Kuning Surabaya.
Ratusan massa itu berangkat dari rumah duka di kawasan Rungkut Surabaya, Selasa (11/2/2020) siang.
Sesampainya di depan diskotek Pentagon sekitar pukul 14.30 WIB, iring-iringan tersebut berhenti dan hendak melakukan tabur bunga sebagai isyarat duka mendalam terhadap tewasnya Glenn.
Diduga terprovokasi dan emosi, sebagian massa kemudian mencoba masuk ke halaman dikostek dengan merusak pagar depan.
Usai roboh didorong massa, sebagian lalu masuk dan melakukan pelemparan serta pemukulan menggunakan benda seadanya ke arah kaca diskotek tersebut.
Puluhan polisi yang berjaga di sekitar lokasi tak kuasa membendung aksi spontan massa dari Maluku Satu Rasa tersebut.
Bahkan,Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Adhitama sempat terkena pukul massa saat mencoba menghalau aksi anarkis tersebut.
• Teddy Suami Mendiang Lina Tunjukkan Keahlian Pijat, Pria Ini Sontak Meringis Kesakitan: Kaget Sih!
Saksi mata di lokasi, Bambang menyebut jika aksi iti berjalan cepat. Hanya sekitar 15 menit,massa kemudian mencair dan beriringan menuju makam Kembang Kuning Surabaya.
"Sekitar 15 menitan. Itu sudah ada polisi di depan cuma orangnya rombongan banyak sekali. Banyak pakai motor begitu sambil pakai seragam hitam-hitam," kata Bambang.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi.