Virus Corona
Cara Ketat Pemakaman Korban Virus Corona di China, Tak Ada Upacara, Keluarga Tak Boleh Lihat Korban
Cara sekitar 1000 korban virus Corona dimakamkan di China melewati Prosedur Operasi Standar (SOP) yang sangat ketat.
"Petugas dan kerabat korban dilarang membuka kantong jenazah selama seluruh proses kremasi," bunyi aturan itu.
• Negatif Corona WNA Asal Hubei China yang Sempat Dirawat di RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dipulangkan
Kemudian, setelah kremasi selesai, abu rumah duka diambil oleh staf layanan rumah duka, dan sertifikat kremasi dikeluarkan, yang diserahkan kepada kerabat untuk dibawa pergi.
Apabila keluarga menolak untuk mengambilnya, itu akan diperlakukan sebagai abu dari tubuh yang tidak diklaim.
Prosedur tersebut juga diberlakukan untuk orang asing di China, Hong Kong, Makau atau Taiwan yang meninggal di China karena virus Corona.
Kata peneliti
Mengenai kebijakan China yang langsung mengkremasi jenazah korban virus Corona ditanggapi Ronald St John, mantan direktur jenderal Pusat Kesiapan dan Tanggap Darurat di Badan Kesehatan Masyarakat Kanada, yang pernah menangani wabah SARS 2003.
Menurut Ronald, virus Corona berbeda dengan Ebola yang memang harus ada protokol saat pemakaman jenazah.
"Mungkin ada elemen praktis untuk keputusan ini, kremasi cepat dan memakan ruang lebih sedikit dari penguburan standar jika sejumlah kematian terjadi," kata Ronald dikutip dari Aljazeera.
Sementara Dr Hagai Levine, profesor epidemologi dengan keahlian penyelidikan wabah di Universitas Ibrani-Hadassah Yerusalem mengatakan risiko penularan tetesan dari mayat sangat rendah.
"Ada sejarah panjang ketakutan dari mayat selama epidemi," tuturnya
Harapan Menipis
Seperti diketahui, wabah virus Corona tidak hanya meneror penduduk Wuhan di China, namun juga warga negara di seluruh dunia.
Virus Corona awalnya dianggap bualan belaka saat seorang dokter bernama Lei Weinlang Wuhan memberi peringatan jika China akan terkena wabah penyakit mematikan.
Sialnya Lei juga sudah meninggal akibat Corona padahal mungkin saja ia tahu siapa 'dalang' dari wabah mematikan ini.
Mengutip The Sun, Selasa (11/2/2020) para peneliti di China dan dari seluruh dunia berlomba untuk menemukan sumber awal mula virus Corona.
