Warga Nagrak Sumedang Heboh dengan Penemuan Ribuan Bebatuan Berbentuk Unik, Lokasi Jarang Didatangi

Batu-batu yang nampak berjumlah ratusan hingga ribuan buah tersebut terletak berdempetan bahkan hingga tumpang tindih.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Seli Andina Miranti
Warga Nagrak dikejutkan dengan penemuan batu-batu besar di Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang 

Sementara itu Camat Buahdua, Tono Suhartono, mengatakan, tak hanya dikaitkan dengan legenda Sangkuriang Kabeurangan, orang tua di daerah tersebut menyebut 'sungai batu' itu ada hubunganya dengan Prabu Siliwangi.

"Ada semacam legenda (bebatuan tersebut) pernah jadi 'patilasan' Prabu Siliwangi, tapi benar tidaknya saya tidak bisa memastikan," ujarnya.

Warga menemukan hamparan batu yang luasnya sekitar 100 meter tersebut saat akan membuka akses jalan ke perkebunan di area perkebunan Blok Pasirlandak.

Lokasi ditemukannya bebatuan tersebut, lanjutnya, memang sangat jarang didatangi orang, bukan jalanan umum.

Lokasi penemuan batu berada sekitar satu kilometer dari jalan raya. Sayangnya, hanya kendaraan roda dua yang bisa menembus lokasi tersebut.

Tono Suhartono menyebut 'sungai batu' tersebut dapat menjadi potensi wisata.

Menurutnya, tak hanya batu-batu unik saja, ada sumber air juga di antara bebatuan tersebut sehingga dapat menjadi potensi wisata.

Namun kita masih menunggu hasil penelitian dan kajian dari pihak geologi dan kepurbakalaan," ujarnya. 

Di Ciamis Dikira  Candi

Batu susun di Blok Rompe di Dusun Sukaraharja RT 04/02 Desa Sukaraharja Kecamatan Lumbung Ciamis yang sempat diduga sebagai candi dan viral sejak Desember lalu ternyata berupa batu alam yang tersusun dalam bentuk yang unik. Keberadaannya tanpa sentuhan perdaban manusia.

Batu susun di Blok Rompe ini terbentuk dari proses alamiah pada ratusan ribu atau bahkan jutaan tahun lalu berupa pembekuan lelehan lava letusan gunung berapi kuno. Batuan beku (batu igneus) yang terjadi di atas permukan (tanah) sebagai batuan ekstruktif ( vulkanik).

“Kapan terbentuknya. Itu perlu penelitian lebih lanjutan untuk menentukan umur batuannya. Yang jelas batu susun ini terbentuk dari proses vulkanik, lava letusan gunung berapi yang membeku. Mungkin saja batu susun ini terbentuk dari letusan Gunung Sawal,” ujar Dr Ir Johan Arif, ahli geologi terapan dari FT-ITB kepada Tribun dan wartawan lainnya di lokasi batu susun Batu Rompe Desa Sukaraharja Kecamatan Lumbung Ciamis, Kamis (6/2).

TONTON VIDEO DI SINI:

Kamis siang tersebut Johan bersama tim yang dipimpin Dr Oman Abdurahman (Kepala Museum Geologi Bandung), serta Budimansyah dan Sigit, peneliti arsitektur sejarah melakukan pemeriksaan awal batu susun Batu Rompe . Batu susun tyang berada di Desa Sukaraharja tersebut sempat mengundang dugaan berupa peninggalan sejarah (candi) atau bukan.

Jenis batu susun yang berada di Blok Rompe tersebut kata Johan berupa batu susun kekar lembar (batu yang tersusun secara horizontal) dengan ketebalan lembaran sekitar 5 cm. Tapi sebelah timur sekitar 500 meter dari lokasi semula juga ditemukan batu susun kekar kolom (yang tersusun tegak vertical dengan tebal 10 meter).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved