Kesehatan
Gula Darah Minggat dari Tubuh dalam Waktu 3 Hari Saja, Jangan Sampai Anda Terkena Penyakit Diabetes
Dalam ilmu medis, keberadaan gula atau zat glukosa dalam darah disebut gula darah.
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNCIREBON.COM - Dalam ilmu medis, keberadaan gula atau zat glukosa dalam darah disebut gula darah.
//
Kadar gula darah yang normal pada tubuh penting bagi kinerja dan kesehatan tubuh.
Namun beda cerita jika kadarnya terlalu tinggi atau rendah.
Dalam ilmu medis, kadar gula darah terlalu tinggi disebut hiperglikemia.
Insulin berfungsi menyebarkan gula dalam darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa diproses menjadi energi.
Kebanyakan kondisi ini dialami oleh penderita diabetes yang tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, misalnya terlalu banyak makan, kurang berolahraga, atau lupa mengonsumsi obat diabetes atau insulin.
• Manfaat Daun Pepaya yang Jarang Diketahui Banyak Orang, Bisa Sembuhkan Penyakit Mematikan Ini
• Nih Manfaat Minum Santan Kelapa untuk Kesehatan, Salah Satunya Bisa Turunkan Kadar Kolesterol
Orang normal yang tidak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama jika dia sedang menderita sakit berat.
Tanda-tanda Anda memiliki kadar gula darah terlalu tinggi adalah badan terasa lelah, nafsu makan menggila, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.
Jika kadar gula darah Anda melebihi 350 mg/dL, gejala yang akan Anda rasakan seperti perasaan mudah gelisah, tingkat kesadaran menurun, sangat kehausan, penglihatan tidak jelas, dan pusing.
Perubahan pada kondisi kulit juga dapat terlihat, seperti memerah, kering, dan terasa panas.
Tentunya hal ini sangat membahayakan bagi kesehatan kita.
Terlebih, saat ini diabetes tak hanya dialami oleh pasien berusia 40 tahun ke atas.
Sudah banyak kasus dilaporkan, diabetes menjangkit pasien berusia di bawah 40 tahun.
Bagaimana cara mengobatinya?
Makanan yang mengandung gula dalam jumlah tinggi, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit serius, termasuk diabetes, kanker payudara, dan penyakit jantung koroner.
- Sarapan: Secangkir oatmeal dengan biji-bijian, almond atau berry atau 3 butir telur orak-arik
- Snack: Secangkir kenari
- Makan siang: dada ayam rebus dan satu porsi biji labu, almond atau kacang polong yang dimasak
- Makan malam: Jamur dan ikan panggang atau salmon dengan brokoli.
- Sarapan: Sama seperti hari pertama
- Snack: Secangkir hazelnut
- Makan siang: Zukini dengan saus lada dan lemon.
- Makan malam: Kacang-kacangan, sayuran yang dimasak atau dipanggang dan roti panggang.
- Sarapan: Sama seperti hari pertama
- Snack: Secangkir hazelnut
- Makan siang: Dada ayam panggang dengan saus lemon atau ayam yang dipanggang dalam oven dengan minyak zaitun hitam, thyme, dan bawang bombai.
- Makan malam: Sup dengan bawang bombai atau pasta dengan kemangi, jamur dan saus tomat (Anda juga dapat menambahkan daging).
Belum banyak orang yang tahu kalau air rebusan jagung ternyata mempunyai manfaat luar biasa bagi kesehatan kita.
Biasanya kebanyakan orang akan cenderung membuang sisa air rebusan jagung atau membiarkannya begitu saja.
Sehingga mereka hanya mengonsumsi bagian jagung saja, tanpa menengok akan khasiat luar biasa yang terdapat pada sisa air rebusan jagung.
Nah, mulai sekarang air rebusan jagung itu jangan dibuang ya.

Air rebusan jagung nyatanya bermanfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit.
Berikut manfaat air rebusan jagung seperti dikutip dari sehatkanlah.com.
1. Air rebusan jagung untuk mengobati tekanan darah tinggi
– Bahan yang diperlukah adalah 5-7 tongkol jagung muda serta 1 genggam rambut jagung
– Seluruhnya bahan di rebus dengan air 110 ml
– Saring air rebusan jagung tersebut, serta minum sehari-hari selama 7 hari.
2. Air rebusan jagung untuk pasien diabetes
– Rebus jagung tanpa mengeluarkan dari tangkainya karena diakui sisi inilah letak khasiatnya
– Sesudah masak minumlah air rebusan jagung tersebut dengan cara teratur seminggu dua hingga tiga kali
– Dengan ketekunan, bagi Anda yang menderita penyakit diabetes, Insya Allah bakal merasakan hasilnya.
3. Air rebusan jagung untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak
– Bahan yang diperlukah yaitu 1 genggam rambut jagung
– Seduh rambut jagung serta minum 1 cangkir teh rambut jagung saat sebelum tidur.
– Jauhi menggunakan rambut jagung secara berlebihan, lantaran rambut jagung bisa menurunkan tekanan darah dengan cara drastis dalam waktu yang singkat.
4. Air rebusan jagung untuk menyembuhkan tekanan batu ginjal
– Bahan yang diperlukah yaitu jagung muda 4 tongkol, rambut jagung 1 genggam serta daun Keji Beling segar 8 helai.
– Semua bahan di rebus dengan air 110 ml
– Saring air rebusan jagung tersebut, serta minum sehari-hari.
– Jika batu ginjalnya telah keluar (berbentuk buih, butiran atau kerikil), hentikan pengobatan.
– Kemudian teruskan dengan jamu dari ramuan kumis kucing serta meniran.
– Cara membuatnya, seduh daun kumis kucing serta 30 gr daun meniran dengan air panas, kemudian minum airnya.
5. Air rebusan jagung untuk mengobati batu empedu
– Bahan yang diperlukah yaitu jagung muda 5 tongkol serta 5 gr herba kumis kucing segar.
– Seluruhnya bahan di rebus dengan air 110ml.
– Saring air rebusan jagung tersebut, serta minum sehari-hari selama 2 minggu.
Disclaimer: Penelitian metode pengobatan dengan air rebusan jagung ini belum diuji secara medis, informasi berdasarkan resep turun temurun (pengalaman).
Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bisa gunakan binahong

Tanaman binahong dengan nama ilmiah anredera cordifolia dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan atau obatan herbal.
Tanaman ini dalam bahasa latinnya, seperti disebut di laman id.wikipedia.org dan laman doktersehat.com, bernama Bassela rubra linn atau dalam bahasa Inggris: disebut Heartleaf maderavine madevine.
Tanaman obat ini banyak tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, dan sudah lama ada di Indonesia.
Tanaman yang konon berasal dari Korea ini dikomsumsi oleh orang-orang Vietnam pada saat perang melawan Amerika Serikat pada tahun 1950 sampai 1970-an.
Tanaman ini dikenal juga di kalangan masyarakat Cina dengan nama Dheng San Chi dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok, Korea, Taiwan, dll.
Bagian daun dari tanaman inilah yang biasanya dijadikan sebagai obat alami selain dari batang dan umbinya.
Di Indonesia, binahong sudah biasa dipakai untuk berbagai macam obat tradisional di masyarakat sejak zaman dulu bahkan hingga sekarang, meskipun sudah ada obat-obat yang lebih modern.
Prof Elin Yulinah, Guru Besar di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), dilansir dari laman itb.ac.id, mengatakan, binahong memang memiliki khasiat atau manfaat yang sangat beragam dalam mengatasi beragam penyakit.
• Polisi Sikat Perampok Ngaku Debt Collector yang Beraksi di Exit Tol Teluk Mengkudu, Pelaku 6 Orang
• Damri Tambah Bus untuk Rute Terminal Harjamukti Cirebon ke BIJB Kertajati
• Agen Travel Mulai Buka Jasa Angkutan Umum Penumpang Menuju Ke BIJB Kertajati
Hal itu telah dibuktikan melalui beberapa kali uji coba di Laboratorium Farmakologi-Toksikologi, Sekolah Farmasi ITB.

“Kami sudah melakukan lebih dari 13 kali pengujian untuk tanaman binahong,” ujar Prof Elin Yulinah di Labtek VII, Kamis (20/6/2019).
Selain kaya akan khasiat, tanaman merambat ini juga banyak tumbuh di Indonesia.
Bagi yang sudah tahu akan manfaat binahong, biasanya ditanam di pekarangan rumah untuk dijadikan obat herbal karena mengandung anti oksidan yang tinggi.
• Beragam Manfaat Buah Pisang, Pantas Atlet Kerap Terlihat Makan Pisang
Prof Elin menjelaskan bahwa cara pengaplikasian yang paling baik dari tanaman binahong ialah dari konsentratnya.
Sementara secara tradisional juga bisa dilakukan yaitu dengan merebus tanaman tersebut dan air rebusannya bisa diminum langsung.
"Ada juga yang memakan daunnya beberapa helai secara langsung," ujarnya.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di lab tersebut, ia memaparkan bahwa binahong berkhasiat untuk obat anti tuberculosis, antiobesitas tingkat tinggi berdasarkan hasil ektraksi yang diujikan kepada hewan, kemudian bisa mengatasi hiperlipidemia yang dikombinasikan dengan daun murbei.
Lalu bisa juga menjadi obat anti-inflamasi yang dikombinasikan dengan Centella Asiatica.
“Ada jurnal nasional sebagai anti diabetes, jadi (binahong) bisa disebut juga sebagai anti diabetes, dan sudah ada produknya, yaitu Cordetes yang diproduksi oleh PT Phytochemindo,” ujarnya lebih lanjut.
Selain itu, binahong juga berkhasiat dalam menurunkan efek tekanan darah, sebagai obat antihyperlipidemia, dan memiliki khasiat untuk penghambatan xanthine oksidase.
“Tanaman binahong memiliki khasiat dalam mengatasi gagal ginjal juga, bisa juga untuk asam urat, binahong juga bagus untuk proses penyembuhan luka. Kita juga melakukan uji keamanan pada hewan yang sedang mengandung anaknya (bunting), binahong itu aman jadi tidak menimbulkan kecacatan pada janin," ungkapnya.
Dia memaparkan, dari hasil pengujiannya di lab tersebut sudah dibuat publikasi ilmiah tingkat internasional juga skala nasional.
“Publikasi internasional ada tiga belas, dan satu publikasi nasional serta beberapa presentasi di seminar internasional,” ujar Prof Elin.
Penelitian yang dilakukan olehnya juga berkolaborasi dengan tugas akhir mahasiswa, tesis maupun disertasi.
“Kami juga memeriksa khasiat obat kerjasama dengan industri. Misalnya binahong obat gagal ginjal dan untuk dislipidemia, semuanya sedang dalam tahap kerja sama bersama Kimia Farma Bandung,” tambahnya. (*)