Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Sebut Sunda Empire Bikin Perjanjian Dengan TNI, Begini Isinya

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kelompok Sunda Empire sudah membuat perjanjian dengan pihak TNI terkait keberadaan mereka.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Minggu (19/1/2020). 

"Gunakan aturan perundang-undangan, jangan mudah percaya terhadap hal-hal yang tidak masuk ke dalam logika asal sehat," katanya.

Postingan soal Sunda Empire.
Postingan soal Sunda Empire. (TribunJabar/Istimewa)

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso, mengatakan selain mengunggah foto-foto kegiatannya melalui media sosial Facebook, kelompok ini juiga mengunggah rekaman kegiatan mereka di YouTube.

"Postingan video di youtube itu sudah satu tahun lalu, namun muncul sekarang. Ini jadi atensi kami. Jajaran Ditreskrimun Polda Jabar tengah mendalaminya," ujar Saptono melalui telepon, kemarin.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyani mengatakan hal senada. Ia juga memastikan, pihaknya sudah memonitor organisasi itu.

"Sedang kami dalami apakah Sunda Empire ini serupa dengan Keraton Agung Sejagat yang di Purworejo. Kalau pendalamannya sudah lengkap, kami siapkan langkah-langkah antisipasi," ujar Hendra.

Pihak UPI Bantah Terlibat Sunda Empire

Kepala Seksi Hubungan Eksternal Kantor Humas UPI Bandung, Dr Yana Setiawan MPd, mengakui, lokasi yang terlihat dalam foto dan video kegiatan Sunda Empire adalah Taman Bareti, yang berada di lingkungan kampus UPI.

Namun, Yana menegaskan, UPI sama sekali tak ada kaitannya dengan Sunda Empire.

"Sebagai institusi pendidikan dan bagian dari pemerintahan, kami tegaskan bahwa seluruh sivitas akademika UPI, mulai dari mahasiswa hingga para pimpinan lembaga tidak ada yang terlibat dalam kegiatan atau keanggotaan dari organisasi yang viral di masyarakat tersebut. Jadi kalau ada pihak-pihak yang menggiring informasi UPI terlibat atau memfasilitasi kegiatan itu, maka informasi tersebut jelas tidak benar," ujar Yana dalam konferensi pers di Gedung Sekretariat UPI, Jumat (17/1/2020).

Yana mengatakan, berdasarakan informasi dari bagian Sarana dan Prasarana Kampus UPI, selama ini UPI tidak pernah menerima permohonan izin atau memberikan izin pada Sunda Empire untuk melakukan kegiatan atau menggunakan ruang fasilitas kampus UPI.

Ia mengakui bahwa mereka sempat menerima pengajuan izin penyelenggaraan kegiatan reuni, halal bihalal, dan napak tilas dari sebuah kelompok yang mengatasnamakan diri Panitia Pembangunan Kota Bandung pada 8 Maret 2017.

Saat itu, kata Yana, kelompok ini memanfaatkan Balai Pertemuan Umum (BPU) yang kini bernama Gedung Ahmad Sanusi

"Orang yang mengajukan izinnya, kalau tidak salah bernama Nasri, dan itu hanya satu kali di 8 Maret 2017 lalu," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari petugas UPT K3 (Kebersihan, Keindahan, dan Keamanan) Kampus UPI kepadanya, menurut Yana, selain mempergunakan BPU, saat itu kelompok tersebut juga berkumpul di Taman Bareti dengan alasan untuk foto bersama.

"Kami bahkan sempat menegur mereka dan menolak setiap pengajuan izin berikutnya dari kelompok tersebut," kata Yana.

 Fakta Baru Kerajaan Agung Sejagat: Ada Makam Janin Ratu di Halaman Keraton & Cuaca Ekstrem di Dieng

Sunda Empire Sebut Kelompoknya Kekaisaran Matahari

Sunda Empire ternyata kerap berkegiatan di beberapa lokasi di Bandung.

Hal tersebut terlihat dalam channel YouTube yang mengatasnamakan Sunda Empire.

Disebut-sebut, Sunda Empire-Earth Empire ini juga merupakan kerajaan fiktif.

Dalam video berjudul 16 Juni 2018 di akun YouTube-nya, terlihat sejumlah orang terlihat berkumpul di sebuah taman.

Mereka mengenakan seragam seperti yang biasa dikenakan oleh militer di eropa.

Warna seragam itu gelap, kemudian dilengkapi dengan berbagai macam atribut seperti tanda kepangkatan.

Beberapa orang tampak mengenakan baret berwarna biru, sementara itu beberapa orang lainnya mengenakan baret hitam.

 Sule Bongkar Kejadian Aneh di Rumahnya Jelang Magrib, Budayawan Spiritual Sebut Ada Sosok Hitam

Ada spanduk yang dipegang oleh sejumlah orang dalam kegiatan tersebut.

Spanduk itu bertuliskan "Sunda Empire-Earth Empire" dan tercantum juga logo atau gambar.

Video tersebut fokus menyorot seorang bapak-bapak seperti sedang berbicara kepada semua yang hadir.

Pria itu berbicara mengenai Sunda Empire yang merupakan kekaisaran matahari.

Kemudian, dia juga menyebut mengenai pendaftaran negara-negara ke Bandung, entah apa maksudnya.

"Kita bisa mengampuni sistem penggunaan sistem aset-aset bumi, asal mereka (negara-negara) datang ke Bandung, mendaftarkan diri kepada sistem imperium dunia, namanya kekaisaran Sunda, kekaisaran matahari," ujar pria tersebut, dikutip TribunJakarta dair TribunJabar, Minggu (19/1/2020).

(TribunJakarta/TribunJabar)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved