Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Sebut Sunda Empire Bikin Perjanjian Dengan TNI, Begini Isinya
Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kelompok Sunda Empire sudah membuat perjanjian dengan pihak TNI terkait keberadaan mereka.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Pada foto itu Renny tak sendirian, Ia bersama ratusan orang lainnya, yang juga mengenakan seragam serupa.
Pada foto yang diunggah pada 9 Juli 2019 itu juga terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire-Earth Empire.
Dalam foto lainnya yang diunggah pada 27 Maret 2018 juga terlihat ratusan orang yang sedang berkumpul di sebuah lahan luas di kawasan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
• Berikut 4 Kerajaan yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur
Ratusan orang ini juga mengenakan seragam hitam dan membawa spanduk besar bertuliskan Sunda Empire-Earth Empire.
Pada spanduk tertulis "The First Anniversary World Development Bank Commemorating The 76th Years The Lost Nederlandsch Indie, March 8 1942 - March 8 2017-March 8 2018 Bandung (Atlantic).
Foto keberadaan Sunda Empire itu rupanya ikut menyeret nama UPI Bandung dalam kemunculan keraton tersebut.
• Berikut Daftar Lengkap Korban Meninggal dan Luka Kecelakaan Bus PO Purnama Sari di Subang
Pada unggahan lainnya di akun yang sama, Totok Santoso Hadiningrat, yang sebelumnya mengklaim diri sebagai raja di Kerajaan Agung Sejagat, juga terlihat.
Ini pula yang kemudian memunculkan dugaan bahwa Kerajaan Agung Sejagat dan Sunda Empire berhubungan.
Seperti halnya Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire-Earth Empire juga memberi memprediksi bahwa pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020 dan setelah itu, kehidupan masyarakat dunia akan menjadi lebih baik dan sejahtera.
Hal ini membuat dugaan keterkaitan kedua "keraton" ini semakin kuat.

Tanggapan Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan kemunculan sejumlah kelompok yang menyebut dirinya sebagai kerajaan seperti Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat adalah indikator bahwa persoalan hidup telah membuat banyak orang mengalami tekanan kejiwaan.
Ridwan Kamil bahkan menyebut orang-orang yang tergabung dalam kelompok abal-abal tersebut sebagai orang stres.
"Banyak orang stres ya di republik ini, menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah, dan ternyata ada orang yang percaya dan menjadi pengikutnya," kata Ridwan Kamil (17/1/2020).
• Putra Hakim PN Medan Beri Kesaksian Soal Eksekutor Jamaluddin: Bukan Orang Asing & Sering ke Rumah
Melansir TribunJabar, Ridwan Kamil mengatakan, Polda Jabar tengah mendalami kehadiran kelompok Sunda Empire tersebut.
"Tadi malam Pak Kapolda sudah melaporkan. Kalau ada aspek pidana akan kita akan tegas," katanya.
Ridwan Kamil meminta warga untuk tetap fokus menjalani kehidupannya, dan selalu menyaring berbagai informasi yang beredar menggunakan rasio.