Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Sebut Sunda Empire Bikin Perjanjian Dengan TNI, Begini Isinya

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kelompok Sunda Empire sudah membuat perjanjian dengan pihak TNI terkait keberadaan mereka.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Minggu (19/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Fenomena terkait keberadaan kelompok Sunda Empire - Earth Empire yang diduga masih berafiliasi dengan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah menjadi sorotan semua pihak.

//

Dalam hal ini Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum juga menanggapi kesultanan yang bermarkas di Kota Bandung itu.

Terangsang Lihat ABG Nongkrong di Depan Rumah, Duda di Tasikmalaya Tega Cabuli Dua ABG

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kelompok Sunda Empire sudah membuat perjanjian dengan pihak TNI terkait keberadaan mereka.

Perjanjian itu dilakukan karena pihak TNI merasa keberatan dengan seragam tentara yang dikenakan anggota Sunda Empire.

"Bahwa Sunda Empire ini sudah ada pernjanjian dengan TNI satu tahun kebelakang, tokoh utamanya yaitu Nasri Banks, mereka sudah menandatangi perjanjian itu dengan pihak TNI," ujar dia kepada wartawan di salah satu hotel di Kabupaten Indramayu, Minggu (19/1/2020).

Dirinya menjelaskan, sesuai perjanjian itu, kelompok Sunda Empire berjanji tidak akan melakukan kegiatan yang meresahkan masyarakat.

Uu Ruzhanul Ulum juga menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir, pasalnya jika kelompok itu membuat kegaduhan.

Menangi Perang Saudara, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong Raih Gelar Indonesia Masters 2020

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tindakan tegas.

Pemerintah akan menagih janji sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian yang dibuat kelompok Sunda Empire dengan pihak TNI.

"Saya berharap kepada masyarakat tidak usah resah, karena sebenarnya ini tidak ada hal yang membuat atau meresahkan masyarakat," ujarnya.

Uu Ruzhanul Ulum meminta, masyarakat lebih baik memperkuat iman, ketaqwaan, serta mengikuti apa yang sudah diatur oleh agama dan negara.

Hal tersebut penting dilakukan agar terhindar dari pemahaman-pemahaman yang diluar logika, seperti fenomena tidak rasional yang banyak bermunculan sekarang ini.

"Kepada masyarakat Jawa Barat untuk tidak gampang menerima paham, menerima ajakan, atau diiming-imingi oleh sesuatu yang tidak rasional. Lebih baik kita ikuti hal hal yang sudah biasa yang diatur oleh negara dan agama," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved