Berisiko Tinggi Karena Gelombang Tinggi Para Nelayan Indramayu Lebih Memilih Libur Melaut
Sejak awal tahun 2020 ia bahkan baru melaut sebanyak satu kali, itu pun jika cuaca mendukung.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Gelombang tinggi di perairan utara Jawa memasuki musim barat ini membuat para nelayan di Kabupaten Indramayu mendadak menganggur.
Para nelayan khususnya nelayan yang memiliki perahu dengan kapasitas 10 gross ton (GT) ke bawah memilih libur melaut ketimbang memaksakan diri menangkap ikan.
Seorang nelayan di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Samsudin (50) mengatakan, sudah sejak awal tahun 2020 dirinya beserta nelayan kecil lainnya libur beroperasi.
"Takut mas, gelombangnya lagi tinggi, masih mending libur dulu sehari-sehari ya begini nganggur," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Dermaga Pantai Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (12/1/2020).
Samsudin menjelaskan, perahu miliknya yang kecil tidak mampu menahan terjangan ombak yang besar.
Hal ini pula yang dialami oleh nelayan-nelayan perahu kecil lainnya, dari sekitar 300 perahu kecil di Dermaga Karangsong, hanya sekitar 10 perahu saja yang masih melaut.
"Saya juga masih melaut, tapi paling sekitaran sini aja. Soalnya di sini masih tenang ombaknya karena lokasi lautnya itu cekung tuh mas di sananya ada pantai bedahan melengkung sampai pantai Karangsong, jadi ombaknya tertahan dulu cuma kalau lewat dari pantai itu ya ombaknya besar," ucap dia.
• VIRAL Polisi di Surabaya Selamatkan Bendera, Tiang Roboh Diterjang Hujan Angin, Kapolres Beri Reaksi
• Pernah Makan Bawang Putih Mentah? Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan, Matikan Sel Tumor dan Kontrol Lemak
Sejak awal tahun 2020 ia bahkan baru melaut sebanyak satu kali, itu pun jika cuaca mendukung.
Para nelayan mesti memastikan terlebih dahulu apakah ombak aman atau tidak, mereka memantau perkiraan cuaca terlebih dahulu di dermaga setempat yang dipasang oleh BMKG.
"Kalau melaut juga itu paling lama cuma setengah hari, seringnya sih 4 jam balik lagi. Tapi kebanyakan libur," ucapnya.
Hal senada di sampaikan pula nelayan asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Joni (47). Dirinya mengatakan, gelombang tinggi membuat para nelayan di Desa Dadap enggan melaut.
Dari ratusan kapal yang ada di Desa Dadap, hanya puluhan saja yang tetap melaut.
Mereka melaut pun hanya disekiran pantai atau tidak lebih dari 1 kilometer dari daratan.
"Untuk memenuhi kebutuhan sih mas, kalau tidak melaut bagaimana, walaupun hasilnya juga tidak seberapa," ujarnya.
Guna mengisi waktu selama libur melaut, Joni bersama nelayan lainnya di Desa Dadap lebih memilih untuk memperbaiki kapal dan jaring tangkap.
"Ya kalau libur ya begini, paling memperbaiki kapal, memperbaiki jaring," ujarnya.
Nelayan Diimbau Tidak Melaut
Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas III Indramayu mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak beraktivitas di perairan Laut Jawa.
Imbauan itu menyusul dengan sudah memasukinya angin musim barat yang membuat tingginya gelombang laut dan angin kencang di perairan Laut Jawa.
• Teddy Tunjukkan Bukti 7 Obat Lina saat Diperiksa Polisi, Mantan Asisten Lina: Bunda Anti Minum Obat
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor UPP Kelas III Indramayu, Akir mengatakan, imbauan itu juga diterbitkan melalui surat pemberitahuan Nomor: UM.006/1/01/UPP.IM-2020 per tanggal 7 Januari 2020 lalu.
"Kami memberitahukan kepada kapal-kapal perikanan yang berada di wilayah pengawasan Kantor UPP Kelas III Indramayu agar menunda pelayarannya untuk sementara waktu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (12/1/2020).
• Chef Arnold Murka saat Peserta MasterChef Indonesia Ketahuan Curang: Saya Pastikan Kamu Pulang!
Imbauan ini penting diperhatikan khususnya bagi para nelayan kecil yang memiliki kapal berkapasitas di bawah 10 gross ton (GT) maupun kapal wisata yang biasanya beraktivitas di sekitar gugusan Pulau Rakit, termasuk Pulau Biawak dan Pulau Cendekian.
Pasalnya, berdasarkan data dari BMKG, perubahan cuaca dan gelombang tinggi diperkirakan masih akan melanda perairan Laut Jawa hingga beberapa waktu kedepan.
Gelombang tinggi di perairan Laut Jawa diperkirakan berkisar antara 1,20 meter hingga 2,50 meter.
"Gelombang tinggi ini bisa sangat membahayakan keselamatan nelayan," ujarnya.
• Persija Jakarta Resmi Rekrut Pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono
Selain itu, Akir juga mengimbau kepada nelayan dengan kapal kapasitas besar yang akan melaut agar selalu hati-hati dan waspada.
Mereka diminta untuk melengkapi peralatan keselamatan di kapalnya masing-masing, seperti pelampung dan lain sebagainya.
"Bagi kapal perikanan yang akan berlayar agar selalu melengkapi kapalnya dengan alat-alat keselamatan. Imbauan ini juga sudah kita sebar dan sampaikan kepada nelayan di wilayah kami," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Gelombang Laut Tinggi, Nelayan Diimbau Tidak Melaut di Perairan Laut Jawa Untuk Sementara Waktu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kapalnelayan9.jpg)